Lewat ke baris perkakas

ANALISIS PASAR, PENTINGKAH?

Spread the love

ANALISIS PASAR; ANTARA TUGAS DAN KOMPETENSI (1)

Kata Analisis Pasar setidaknya dapat kita temukan di dalam Peraturan LKPP Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa melalui Penyedia dan Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia, Analisis Pasar adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh Pokja Pemilihan pada tahap persiapan pemilihan yakni pada saat Reviu Dokumen Persiapan Pengadaan, yakni meliputi;

  1. Spesifikasi teknis/KAK dan gambar ( DED untuk pemilihan pekerjaan konstruksi)
  2. Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
  3. Rancangan Kontrak
  4. Dokumen anggaran belanja
  5. ID Paket RUP
  6. waktu penggunaan
  7. Analisis Pasar.
  8. Uraian pekerjaan, identifikasi bahaya dan penetapan risiko pekerjaan konstruksi terkait keselamatan konstruksi pada pekerjaan konstruksi

Analisis Pasar merupakan serangkaian proses analisa kuantitatif berdasarkan data (Survey) yang dapat dipertanggungjawabkan untuk suatu barang/jasa yang akan diakuisisi melalui pengadaan barang/jasa.

Pada hakikatnya pengadaan disusun berdasarkan analisis pasar yang merupakan langkah-langkah yang sistematis dan terstruktur meliputi kegiatan;

  1. Mengenal siapa pengguna/pembeli
  2. Mengenal/memahami apa yang akan dibeli/diadakan
  3. Mengenal pasar barang/jasa
  4. Membangun strategi pengadaan
  5. Mengenal/memahami penyedia dan
  6. Menetapkan cara pengadaan

Manfaat yang dapat diperoleh apabila kita menggunakan analisis pasar dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa, antara lain kita dapat mengetahui;

  1. Produk apa saja yang tersedia yang dapat memenuhi kebutuhan
  2. Siapa sajakah produsennya
  3. Siapa saja pembeli dan/atau konsumennya
  4. Bagaimana keadaan persaingan yang ada di pasar
  5. Jenis saluran distribusi yang berbeda di dalam pasar
  6. Berbagai tingkat harga yang ada di pasar serta bagaimana harga tersebut ditentukan
  7. Mengidentifikasi pasar yang dapat merepresentasikan opportunity terbaik dengan risiko terrendah

RUANG LINGKUP ANALISIS PASAR

Analisis Pasar sesungguhnya harus dilakukan pada saat:

  1. Penyusunan anggaran pada tahap perencanaan pengadaan barang/jasa.
  2. Penetapan HPS pada tahap persiapan pengadaan; dan
  3. Reviu Dokumen Persiapan Pengadaan pada tahap persiapan pemilihan

Namun pada kesempatan kali ini kita akan berdiskusi mengenai pentingnya analisis pasar pada tahap persiapan pemilihan yakni pada saat reviu dokumen persiapan pengadaan. Bagaimana HPS disusun dan ditetapkan oleh PPK serta memastikan bahwa PPK telah melakukan analisis pasar, Apabila HPS yang ditetapkan terlalu rendah, besar kemungkinan pengadaan mengalami kegagalan karena penawaran penyedia berada di atas HPS sehingga tidak ada yang dapat ditetapkan sebagai pemenang.

Apabila HPS yang ditetapkan terlalu tinggi, terdapat kemungkinan terjadinya kerugian negara apabila pihak berwenang menemukan adanya perbuatan melawan hukum baik yang disengaja maupun tidak. Tuduhan adanya penggelembungan harga atau mark up sangat mungkin terbukti bila HPS yang ditetapkan melebihi harga pasar tanpa ada penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Didalam Peraturan LKPP Nomor 9 Tahun 2018 dijelaskan bahwa berdasarkan dokumen persiapan pengadaan yang diserahkan oleh PPK, Pokja Pemilihan melakukan analisis pasar untuk mengetahui kemungkinan ketersediaan barang/jasa dan Pelaku Usaha dalam negeri yang mampu dan memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan. Hasil analisis pasar digunakan untuk menentukan metode kualifikasi dan/atau metode pemilihan Penyedia.

Dalam hal ,hasil analisis pasar diketahui tidak ada Pelaku Usaha dalam negeri yang mampu dan memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan maka Pokja Pemilihan mengusulkan dan meminta persetujuan kepada PPK untuk dilaksanakan melalui Tender/Seleksi Internasional.

hasil analisis pasar boleh jadi akan mengarah pada kesimpulan bahwa tidak ada Pelaku Usaha dalam negeri yang mampu dan memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan maka Pokja Pemilihan mengusulkan dan meminta persetujuan kepada PPK untuk dilaksanakan melalui Tender/Seleksi Internasional.

Sehingga dapat dikatakan bahwa analisis pasar bertujuan untuk mengetahui kemungkinan ketersediaan barang/jasa dan Pelaku Usaha dalam negeri yang mampu dan memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan tetapi kesimpulan tersebut harus diperoleh melalui proses analisis data pasar yang diolah dengan instrumen tertentu untuk sampai pada kesimpulan tersebut diatas.

KARAKTERISTIK PASAR

Pasar merupakan proses interaksi antara pembeli dan penjual melalui sistem atau prosedur dan institusi tertentu yang memungkinkan harga atau jasa terbentuk dalam suatu mekanisme pertukaran.

Dapat dikatakan PASAR apabila memenuhi ciri dan karakteristik sebagai berikut:

– Ada dua pihak atau lebih

– masing-masing pihak memiliki sesuatu yang mungkin bernilai bagi pihak lain

– masing-masing pihak dapat berkomunikasi dan

– masing-masing pihak bebas untuk menerima atau menolak tawaran

Ada berbagai kombinasi pasar yang dapat kita temukan berdasarkan persaingan yang terjadi di pasar yakni sebagai berikut :

Faktor-faktor yang mempengaruhi harga di pasar adalah biaya produksi dan distribusi, nilai produk bagi konsumen dan persaingan dan faktor-faktor pasar.

Tidak jarang kita menemukan keadaan pasar yang terdistorsi (pasar yang tidak kita harapkan) atau pasar monopoli, sehingga kita harus mengambil pilihan-pilihan strategis yang dapat mengurangi biaya dan risiko serta mendapatkan opportunitas terbaik. Berikut ini pilihan strategis yang dapat kita tempuh adalah, antara lain;

  1. Mencari sumber secara global
  2. Mendefinisikan ulang pasar yang disasar
  3. Mengembangkan penyedia lain : Pengembangan Penyedia
  4. Meningkatkan ketergantungan yang saling menguntungkan
  5. Mendapatkan informasi yang lebih baik atas pemasok
  6. Menggali /mempertanyakan ‘reputasi’ pemasok
  7. Melakukan negosiasi variable variable lain selain harga
  8. Melibatkan pihak lain yang berkepentingan
  9. Membuat sendiri (swakelola)
  10. Menyewa (bukan membeli)
  11. Mengatur waktu pembelian
  12. Melakukan kontrak jangka panjang
  13. Mengambil alih pemasok (mengakuisisi)
  14. Membentuk konsorsium pengadaan
  15. Menerima kondisi

PENTINGNYA THE SUPPLY MARKET ANALYSIS

Pemahaman yang memadai mengenai pasar sangat diperlukan baik bagi pembeli maupun penjual, Organisasi dihadapkan pada adanya ketidakpastian akibat perubahan dan dinamika pasar dimana bisa mendapatkan barang dan jasa sebagai bahan baku produksi/kegiatan dan menjual produk/jasanya, Salah satu faktor penentu keberhasilan organisasi adalah apakah ada kemauan dan kemampuan organisasi atau perusahaan untuk mengantisipasi, menerima dan beradaptasi dengan perubahan, termasuk diantaranya adalah perubahan pasar.

Analisis pasar mempengaruhi keputusan kita dalam hal;

  1. What and how much to buy (Apa dan seberapa banyak yang ingin kita beli)
  2. Where to buy (Dimana kita membeli)
  3. When dan how to buy ( Kapan dan bagaimana cara kita membelinya)

PENENTUAN PRIORITAS DALAM ANALISIS PASAR (Demand Market Analysis)

Analisis pasar dilakukan bukan untuk semua jenis pengadaan tergantung kompleksitas pekerjaan (sederhana, tidak kompleks dan Kompleks) tetapi hanya dilakukan pada kondisi tertentu, antara lain;

  1. Pengadaan item yang belum pernah dilakukan (perdana)
  2. Jeda waktu yang terlalu lama antara analisis pasar yang dilakukan sebelumnya
  3. Terjadi perubahan pasar dan teknologi
  4. Besarnya dampak pengadaan bagi organisasi

Disamping itu, akhir-akhir ini disadari adanya tuntutan strategi pengadaan yang menjamin value for money, berorientasi kepada kinerja pengadaan yang lebih cepat, mudah dan terpercaya sehingga perlu pendekatan manajemen kategori yang lebih strategis.

Manajemen kategori adalah sebuah cara pengelolaan pengadaan barang/jasa yang terstruktur dan berorientasi hasil, menggunakan alat bantu analisis penegadaan untuk menselaraskan pengadaan dengan kebutuhan organisasi serta melibatkan pemangku kepentingan secara aktif dalam rantai proses. (sonny sumarsono)

Yang mengintegrasikan perencanaan, pemilihan dan kontrak dalam sebuah pengelolaan kategori, dengan menggunakan pendekatan prinsip pareto (80:20) yang menyatakan bahwa 80 % total nilai pengadaan berasal dari 20 % jumlah item yang dibeli. Berdasarkan hal tersebut biasanya barang/jasa dikategorikan menjadi;

‘’Item Kategori A” biasanya berisi jumlah item dengan porsi 20% dari total item keseluruhan, tetapi berkontribusi terhadap 80% dari total nilai;

“Item Kategori B” biasanya berisi jumlah item dengan porsi 30% dari total item keseluruhan, tetapi berkontribusi terhadap 15% dari total nilai; dan

“Item Kategori C” biasanya berisi jumlah item 50% dari total item keseluruhan, tetapi berkontribusi terhadap 5% dari total nilai.

Dengan manajemen kategori seperti ini maka kita dapat menyusun pola sinkronisasi dengan Supplier Preferencing Model (SPM) sehingga kita dapat memperoleh jenis kontrak yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. (Khairul Rizal)

Semoga pada artikel berikutnya kita akan berdiskusi mengenai cara melakukan analisis pasar.

PENUTUP

Analisis pasar adalah hal yang paling penting dilakukan dalam persiapan pemilihan penyedia, untuk memastikan bahwa PPK telah melakukan analisis pasar pada saat sebelum HPS ditetapkan, hal ini merupakan bentuk pengendalian internal.

Hasil analisis pasar yang menunjukkan bahwa terjadi pasar yang terdistorsi seperti monopoli dimana hanya tersedia satu penyedia yang mampu, maka kita tidak boleh ragu untuk melakukan proses penunjukkan langsung (bukan tender) dengan strategi pengadaan yang menitikberatkan pada pilihan-pilihan strategis dimana kita dapat memperoleh barang/jasa sesuai kebutuhan dengan penawaran yang responsif, risiko terkecil dengan bentuk kontrak Long Term Relation.

Dalam kerangka manajemen talenta organisasi pengadaan barang/jasa Pemerintah, kebutuhan kompetensi melakukan analisis pasar bagi pelaku pengadaan khususnya pokja pemilihan merupakan jenis kompetensi yang sangat dibutuhkan. Sehingga rencana peningkatan kompetensi teknis perlu disusun dan dimasukkan di dalam peta perencanaan dan pengembangan SDM dalam rencana pengembangan kematangan UKPBJ.

REFERENSI

  1. Peraturan LKPP Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa melalui Penyedia
  2. Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia
  3. Buku Informasi Kompetensi Melakukan Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Level 3 LKPP Tahun 2019
  4. Slide Bahan Ajar Kompetensi UK 06 Menyusun Harga Perkiraan LKPP 2019
  5. Sonny Sumarsono, Slide Materi Webinar Manajemen Kategori 2020
  6. Khairul Rizal, Slide Materi Webinar Strategi Pengadaan 2020
  7. Win Sukardi, Slide Materi Supply Market Analysis 2020

 

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *