Lewat ke baris perkakas

BAGAIMANA ISLAM MELIHAT PASAR

Spread the love

HARGA DALAM PASAR

Pada tanggal 29 Maret 2019 yang lalu, saya memposting tulisan singkat di laman  FACEBOOK SAYA tentang pasar dalam 3 kali postingan, ketika itu saya berpikir dan bertanya dalam hati, bagaimana sih Islam melihat pasar?

  1. HARGA PASAR (1)

Sabda Rasulullah SAW yang artinya:“Dari Anas ibn Malik ra. Berkata: Harga komoditas perdagangan beranjak naik pada zaman Rasulullah saw, lalu para sahabat mengadu kepada beliau seraya berkata: Ya Rasulullah, harga barang-barang menjadi mahal, maka tetapkanlah patokan harga buat kami. Lalu Rasulullah saw menjawab: Sesungguhnya Allah lah yang menetapkan harga (Zat) Yang menahan dan yang membagikan rizki, dan sesungguhnya saya berharap agar dapat berjumpa dengan Allah SWT dalam kondisi tidak seorangpun di antara kalian yang menuntut saya karena kedzaliman yang menimbulkan pertumpahan darah dan harta.”

Prinsip-prinsip mekanisme pasar sempurna dalam islam adalah, ridho, jujur, terbuka, adil dan amanah. ( H.Idris parakasi/Kamaruddin,) Beliau bukan caleg tapi dosen ekonomi dan bisnis islam.

  1. HARGA PASAR {2)

Sekalipun sikap ‘Umar bin khattab tegas dalam menjaga harga pasar, namun beliau tidak kaku. Pada kasus tertentu pedagang boleh menjual barangnya di luar harga pasar.

Itu pernah dialami Al-Miswar bin Makhramah. Ia menjual makanan dengan harga modalnya atau tanpa keuntungan. ‘Umar heran dengan apa yang dilakukan Miswar tersebut, “Apakah kamu gila, wahai Miswar?”

Miswar menjawab, “Demi Allah, tidak wahai Amirul Mukminin. Tetapi aku melihat mendung musim gugur. Aku benci menahan apa yang bermanfaat bagi manusia.” Mendengar jawaban Miswar tersebut, ‘Umar segera menyahut, “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.”

Adakah pelaku usaha seperti ini? Ekstra klarifikasi…..

  1. HARGA PASAR (3)

Dalam sejarah Islam, orang yang pertama kali turut campur menentukan harga di pasar adalah ‘Umar bin Khaththab, saat beliau menjabat khalifah. Beliau dikenal tegas dan peduli kepada pasar. Sebab, pasar adalah jantung ekonomi suatu masyarakat (negara). Berangkat dari kepentingan ini, sekalipun khalifah, ‘Umar merasa perlu turun sendiri ke pasar-pasar melakukan pengawasan. Bila melihat penyimpangan beliau langsung meluruskan.

Dari Sa’id bin Al-Musayyib diriwayatkan, ‘Umar bertemu Hathib bin Abi Balta’ah yang sedang menjual kismis di pasar. ‘Umar berkata, “Kamu tambah harganya atau angkat dari pasar kami.”

Riwayat lain, dari Yahya bin Abdul Rahman bin Hathib. Dia berkata, “Ayahku dan ‘Utsman bin ‘Affan adalah dua sekutu yang mengambil kurma dari Al-Aliyah ke pasar. Mereka kemudian bertemu dengan ‘Umar. “Wahai Ibnu Abi Balta’ah, tambahlah harganya, apabila tidak, maka keluarlah dari pasar kami,” kata Umar.

Adab memasuki Pasar

KETIKA memasuki pasar, mall, atau pusat perbelanjaan lainnya, setiap Muslimin disunahkan membaca doa. Tujuannya agar orang yang mengamalkan zikir tersebut diselamatkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dari segala bahaya. Kemudian dengan membaca doa ini banyak keutamaan dan faedah yang dapat diraih.

Karena UKPBJ adalah pasar pelaku usaha berbasis SIKAP yang mempertemukan permintaan dan penawaran, antara penyedia dan pengguna barang/jasa maka UKPBJ adalah pelaksana e-market place, sehingga berlaku ketentuan bahwa apabila anda memasuki Kantor UKPBJ anda (sebagai muslim) wajib mengucapkan doa dan memperbanyak zikir.

Adapun lafaz doa tersebut, berdasarkan hadisnya:

Dari Umar bin Khatab Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Artinya:

“Barang siapa masuk pasar, kemudian dia membaca: Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir.

(Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu)

Siapa yang membaca doa di atas ketika masuk pasar, Allah akan mencatat untuknya satu juta kebaikan, dan menghapuskan darinya satu juta keburukan.”

Imam ath-Thiibi berkata, “Barangsiapa yang berzikir kepada Allah (ketika berada) di pasar maka dia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang Allah Ta’ala berfirman tentang keutamaan mereka,

Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas” (QS an-Nuur:37-38)

Semoga kita selalu dalam perlindungan-Nya

Tetap sehat, bahagia dan sukses;

Salam Pengadaan!!!

 

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/2865-keutamaan-berdzikir-ketika-masuk-pasar.html

 

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *