Lewat ke baris perkakas

E-Marketplace dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Daerah

Spread the love

Pengembangan dan Pembinaan E-Marketplace di Lingkungan Pemerintah Daerah

  1. Pokok Persoalan

    Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 5 huruf (d) menjelaskan bahwa salah satu kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah adalah mengembangkan E-Marketplace, selanjutnya pada Pasal 5 huruf (e) menjelaskan mengenai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi serta transaksi elektronik, dimana pada akhirnya untuk mewujudkan salah satu tujuan pengadaan barang/jasa yakni meningkatkan peran serta usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah.

    Mencermati dinamika dan ekosistem pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten … serta memperhatikan kondisi ekonomi daerah dalam pandemi Covid19 akhir-akhir ini maka pengembangan dan pembinaan E-Marketplace adalah salah satu program yang dapat menjadi pilihan inovasi pelayanan publik.

    E-Marketplace Pengadaan Barang/Jasa adalah pasar elektronik yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan barang/jasa pemerintah.

    E-Marketplace adalah sebuah website atau aplikasi online yang memfasilitasi proses jual beli dari berbagai toko dengan konsep yang kurang lebih sama dengan pasar tradisional. Pemilik E-Marketplace tidak bertanggung jawab atas barang-barang yang dijual karena tugas mereka adalah menyediakan tempat/pasar bagi para penjual dan membantu mereka untuk bertemu Pembeli/pelanggan dan melakukan transaksi dengan lebih simpel dan mudah. Kemudian setelah menerima pembayaran, penjual akan mengirim barang ke pembeli. Banyak yang menggambarkan online marketplace seperti Department Store.

    E-Marketplace mulai menjadi fenomena ekonomi dunia sejak tahun 1995, dan di Indonesia industri marketplace bertumbuh dengan pesat yang dipelopori oleh startup seperti Tokopedia, Bukalapak, Blibi, Shopee, Elevenia, Go-Jek dan lain-lain.

    Pengembangan E-Marketplace akan bertumbuh dan berkembang tanpa saling mengganggu dengan E-Commerce atau Online Shop karena ketiganya memiliki platform dan pangsa pasar yang berbeda.

  2. Pra Anggapan

    Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Daerah umumnya masih dikelola secara tradisonal sehingga belum mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi dan persoalannya masih seputar defisit modal kerja dalam upaya mengembangkan pangsa pasarnya. Dengan E-Marketplace para pengusaha UMKM dapat melakukan promosi dan kesempatan ekspansi usaha hanya dengan dukungan Sistem Teknologi Informasi.

    Disisi lain, Pemerintah Daerah memiliki kebutuhan barang/jasa yang umumnya dipasok dari produksi UMKM sehingga membutuhkan sinergitas untuk menjembatani kepentingan ini.

    Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 222 ayat (3) menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah wajib menerapkan Sistem pemerintahan berbasis elektronik di bidang Pengelolaan Keuangan Daerah Secara terintegrasi paling sedikit meliputi salah satunya adalah Pengadaan Barang/Jasa. Praktek Pengadaan Barang/Jasa secara Elektronik sampai hari ini hanya dan terbatas pada Pengadaan Barang/Jasa dengan nilai paling sedikit diatas Rp.200 Juta atau melalui Tender. Sehingga Pengadaan Barang/Jasa dengan nilai kecil (paket pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp. 50 juta) dan tersebar di beberapa SKPD belum dilakukan secara elektronik.

  3. Fakta dan data yang berpengaruh terhadap persoalan

    Beberapa Pemerintah Kabupaten/Kota telah menginisiasi dan menerapkan hubungan yang baik dengan E-Marketplace yang sudah ada seperti Dinas Pariwisata Kota Makassar yang menggandeng Gojek dalam hal ini Go-Food untuk memperkenalkan jajanan/kuliner tradisional berbasis elektronik. https://nusakini.com/news/explore-kuliner-makassar-kerjasama-go-food-dengan-dinas-pariwisata-kota-makassar

    Bahkan, Pemerintah Kota Makassar telah menerbitkan kebijakan pengadaan barang/jasa dalam pengadaan Makan Minum Rapat dengan melakukan transaksi melalui Aplikasi Go-Food dalam memenuhi kebutuhan SKPD dalam pelaksanaan Rapat-rapat / pertemuan terbatas / sosialisasi https://gadingnews.info/pemerintah-kota-makassar-gandeng-gojek-untuk-pengadaan-makan-minum-pemerintah/

    Keberadaan E-Marketplace untuk merespon kebutuhan Pemerintah Daerah dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas delivery barang kebutuhan pokok sehari-hari bukan lagi hal yang baru, dan bukan tidak mungkin akan lahir E-Marketplace baru yang akan merambah dan mengekspansi sampai ke daerah terpencil, apalagi jika kesempatan ini dimanfaatkan oleh E-Marketplace dari Kabupaten yang berbatasan dengan Kabupaten … sehingga peluang untuk mengembangkan E-Marketplace daerah menjadi hilang.

  4. Pembahasan

    Pengembangan dan pembinaan E-Marketplace adalah fenomena baru dalam ekosistem pengadaan barang/jasa di Indonesia dan menjadi bagian terpenting sebagaimana tercantum dalam Perpres No 16 Tahun 2018.

    Hal tersebut tidak terlepas dari perkembangan Industri E-Marketplace yang menjadi Platform bisnis yang mulai digemari dan digeluti oleh pelaku usaha dan masyarakat dalam manajemen rantai pasok (Supply Chain Management) sehingga menjadi praktek bisnis yang sudah mapan dan dikelola secara professional dimana harga dipersaingkan secara terbuka dan transparan.

    Pemanfaatan E-Marketplace oleh Pemerintah merupakan salah satu pilihan untuk menciptakan Value for Money dalam memenuhi kebutuhan Barang/Jasa Pemerintah, karena semua aktivitas dilakukan secara mandiri, online, dan menjamin akuntabilitas dimana barang/jasa dapat diperoleh dengan harga lebih efisien, transparan, efektif dan prosedur yang sederhana, sehingga sejalan dengan prinsip pengadaan barang/jasa.

    Pembangunan Sistem E-Marketplace dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah atau oleh Pelaku Usaha/ Swasta.

    • Pemerintah Daerah

    E-Marketplace dapat dikembangkan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Daerah bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika dan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM.

    Dinas Komunikasi dan Informatika mempersiapkan dan mengembangkan Aplikasi E-Marketplace dan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM yang melakukan pendataan dan pengelolaan para Penjual yang akan memasuki dan berjualan melalui E_marketplace. sedangkan UKPBJ menyiapkan regulasi dan tata kelola teknis penerapannya.

    Pengembangan E-Marketplace di daerah membutuhkan biaya infrastruktur, SDM dan biaya pemeliharaan yang cukup tinggi disamping itu harus mendapat rekomendasi/persetujuan dari LKPP RI.

    • Pelaku Usaha/Swasta

    Pengembangan E-Marketplace oleh Pelaku Usaha/Swasta dapat dilakukan dengan cara mendorong para pelaku usaha untuk mengembangkan sendiri E-Marketplace, Pemerintah sebagai regulator memberikan jaminan dan iklim usaha yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya E-Marketplace secara sehat, dengan menghimbau kepada seluruh SKPD untuk memanfaatkan E-Marketplace dalam rangka pengadaan barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan barang/jasa SKPD masing-masing (khusus pengadaan barang/jasa lainnya dengan nilai paling tinggi Rp. 50 Juta).

    Untuk memberikan pemahaman yang baik tentang e-Marketplace maka pencermatan atas sejarah perkembangan Tokopedia dalam mengembangkan pangsa pasarnya selama ini sampai menjadi Platform bisnis e-marketplace terkemuka di Indonesia, dapat diuraikan sebagai berikut :

    • Memakai konsep kolaborasi

    Tokopedia adalah perusahaan yang tidak memiliki aset sama sekali, termasuk untuk logistiknya. Untuk itu perusahaan menggunakan kolaborasi dengan 13 perusahaan logistik nasional, mulai dari Pos Indonesia, JNE, Tiki, hingga Go-Send dari Go-Jek.

    Untuk segi pembayarannya, Tokopedia juga bekerja sama dengan seluruh bank, internet banking, e-wallet, kartu kredit, untuk menerima seluruh transaksi. Pedagang pun dalam kurang dari dua menit, toko online-nya sudah langsung terintegrasi dengan kanal pembayaran. Sebab, Tokopedia menggunakan konsep rekening bersama sehingga setiap transaksi akan masuk ke rekening Tokopedia terlebih dahulu baru diteruskan ke pembeli. Pedagang juga tidak perlu memulai untuk membangun jaringan logistik, karena mereka tinggal mengintegrasikan tokonya dengan jaringan Tokopedia.

    • Identifikasi kebutuhan konsumen bukan dari keinginannya

    Dukungan yang diberikan Tokopedia untuk Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dengan tidak menyediakan layanan cash on delivery (COD) karena dianggap sangat mahal dan kontradiktif dengan semangat GNNT. Untuk mengurangi ketergantungan COD, Tokopedia menggunakan strategi dengan menumbuhkan kepercayaan konsumen dengan rekening bersama (rekber) dan rating penjual. Jadi konsumen membayar barang ke Tokopedia terlebih dahulu, baru diteruskan ke penjual ketika barang sudah diterima.

    • Menciptakan inovasi yang menyelesaikan 10 kali lipat lebih baik

    Konsep belajar lewat mesin waktu menjadi suatu pedoman bagi Tokopedia dalam menyelesaikan suatu masalah. Hal ini terlihat dari upaya perusahaan untuk tetap inline dengan pemerintah, lewat peluncuran layanan pembayaran tagihan pajak bumi dan bangunan (PBB) mulai awal Oktoberi 2017. Untuk langkah awal, baru diperuntukkan untuk pengguna Tokopedia yang ada di Jakarta karena sudah bermitra dengan Bank DKI.

    Sebelum meluncurkan E-marketplace, beberapa pertanyaan yang harus dijawab mengenai konsep dasar E-marketplace yang ideal dan tentunya memiliki potensi untuk sustainable. Sebagaimana dijelaskan sebagai berikut :

    • Pilih nama yang tepat

    Pemilihan nama ternyata cukup mempengaruhi kesuksesan sebuah e-marketplace. Idealnya menggunakan nama yang gampang diingat, sederhana namun tetap terdengar dan terlihat menarik.

    • Manajemen risiko

    Menjadi hal yang penting untuk semua marketplace memberikan keyakinan dan trust factor kepada calon pelanggan dan pemilik toko, dengan demikian marketplace bisa menjalankan bisnisnya dengan lancar dan berpotensi untuk mengalami peningkatan. Untuk itu perhatikan manajemen risiko dan kerahkan semua upaya untuk memastikan proses pembelian aman dan dapat dipertanggungjawabkan.

    • Proses kurasi merchant

    Lakukan proses ini secara teratur dengan persyaratan dan proses filtering yang tepat dan sesuai dengan kultur E-marketplace.

    • Fokus target pasar

    Marketplace yang sukses adalah marketplace yang bisa memberikan pilihan produk secara khusus dan tentunya dicari oleh pengguna. tawarkan beberapa produk untuk target pasar tertentu dan pastikan kualitas terbaik. Jangan terlalu agresif menawarkan produk secara luas untuk semua target pasar, hal tersebut bisa membuat E-marketplace menjadi tidak unik dan terkesan berlebihan, dan pastinya tidak tepat sasaran.

    • Perhatikan komunitas online

    Media sosial tentunya menjadi pilihan utama untuk marketplace menciptakan komunitas antar pemilik toko atau pengguna setia. tentukan platform media sosial apa yang paling ideal untuk dipilih dalam hal pengelolaan komunitas, pastikan platform tersebut sesuai dan tentunya memudahkan saat proses skalabilitas dilakukan. Semakin aktif engagement yang dilakukan kepada komunitas, semakin besar kemungkinan jumlah komunitas untuk bertambah.

    • Kualitas vs kuantitas

    Jika terlalu banyak mengizinkan merchant atau pemilik toko untuk bergabung tanpa melakukan proses kurasi, akan mempengaruhi kualitas produk. Idealnya lakukan kedua proses tersebut secara seimbang dan tentunya sesuai untuk platform E-marketplace.

    • Visi dan misi

    Pada akhirnya E-marketplace adalah usaha yang paling sulit untuk dibangun. Dibutuhkan sedikitnya 5 sampai 10 tahun hingga E-marketplace bisa mencapai product market fit, likuiditas dan skalabilitas. Yang perlu diperhatikan adalah, bangun E-marketplace dengan passion yang besar dan visi serta misi yang terbaik, dan selalu berikan efek positif untuk semua orang. https://dailysocial.id/post/delapan-hal-yang-perlu-dicermati-dalam-membangun-marketplace-sukses

    Beberapa komoditi / produk yang dapat ditawarkan dalam E-Marketplace diantaranya adalah tetapi tidak terbatas pada :

    1. Alat Tulis Kantor
    2. Foto copy, Penggandaan dan Penjilidan
    3. Jasa Makanan dan Minuman / berbagai Kuliner
    4. Tabung Gas/LPG
    5. dan seterusnya

    Dan untuk kebutuhan barang masyarakat dapat ditambahkan komoditi/produk diantaranya adalah tetapi tidak terbatas pada :

    1. Beras
    2. Sayur Mayur
    3. Berbagai produk Ikan, daging dan Lauk pauk
    4. Produk sutera dan olahannya
    5. Jasa Air Galon
    6. Jasa Service AC
    7. Jasa Ojek Online
    8. dan seterusnya
  5. Kesimpulan

    Berdasarkan uraian tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa :

    1. Dengan E-Marketplace sebagai pasar elektronik tidak akan mempengaruhi keberadaan pasar tradisonal karena para pelaku usaha pada pasar tradisonal yang terdiri dari para pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya dan berpartisipasi dalam E-Marketplace, tentu terlebih dahulu harus memenuhi persyaratan dan kualifikasi yang telah ditetapkan.
    2. Dengan E-Marketplace maka waktu distribusi dan delivery barang/jasa dari penjual ke pembeli dapat dipangkas sehingga tercipta efisiensi dan efektifitas dari sisi waktu disamping itu para penjual dan pembeli tidak harus bertemu secara tatap muka untuk melakukan penawaran dan permintaan karena dilakukan secara online, terbuka, bersaing, transparan dan akuntabel.
  6. Saran Tindak

Berdasarkan kesimpulan tersebut diatas maka dimohon kepada Bapak Bupati .. untuk mengambil kebijakan mendorong kepada para pelaku usaha di kabupaten Daerah yang memiliki kemampuan usaha dan kompetensi Sistem Informasi Teknologi (IT) bergabung dalam suatu Badan Usaha untuk mengembangkan E-Marketplace di Wilayah Kabupaten Daerah melalui Aplikasi E-Marketplace dengan nama sesuai kearifan lokal. Dan menghimbau kepada seluruh SKPD untuk menjadi pelanggan utama E-Marketplace tersebut sehingga transaksi pengadaan barang/jasa lainnya di lingkup SKPD yang bernilai paling tinggi Rp. 50 Juta dapat dilakukan secara elektronik dimana selama ini masih dilakukan melalui Pengadaan Langsung secara Non Transaksional.

7. Penutup

Demikian dimohonkan kepada Bapak sebagai bahan pertimbangan untuk petunjuk selanjutnya

 

Draft Telaahan Staf

 

Watansoppeng, 16-06-2020

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *