KLASIFIKASI BAKU JABATAN INDONESIA (KBJI)

PENDAHULUAN

Tentu, kita sudah mengenal baik tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dan Klasifikasi Baku Komoditas Indonesia (KBKI) sebagai referensi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. KBLI digunakan sebagai syarat kualifikasi/legalitas untuk penyedia badan usaha dan KBKI digunakan sebagai syarat kualifikasi teknis dalam hal mengukur kemampuan penyedia atas pengalaman penyediaan barang. Sekarang kita akan membahas mengenai Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia atau KBJI. Ketiga klasifikasi baku ini diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Sebagai bentuk mengambil tanggung jawab karena pernah diberi kesempatan oleh Negara (Kementerian Ketenagakerjaan) menjadi peserta TOT (Training of Trainner) Analisis Jabatan di perusahaan beberapa tahun yang lalu maka pada kesempatan ini saya akan membagikan informasi seputar Jabatan/pekerjaan diperusahaan dalam kaitannya dengan KBJI.
KBJI belum digunakan secara maksimal pada sektor formal maupun non formal, boleh jadi disebabkan karena belum tersosialisasi secara baik dan belum menjadi kebutuhan organisasi disamping itu belum ada norma yang bersifat prasyarat dalam tataran kebijakan tetapi belakangan ini sudah menjadi asas dalam penentuan jabatan baik di pemerintahan maupun dunia swasta, sehingga penulis memprediksi kedepan akan menjadi bahan referensi utama bagi sektor industri dan perdagangan dalam penetapan jabatan dalam rekruitmen tenaga kerja. Beberapa manfaat menggunakan KBJI diantaranya adalah tersedianya standar baku jabatan sehingga miskomunikasi atas tugas dan fungsi jabatan baik sebelum menduduki maupun setelah menduduki jabatan, tersedia informasi yang valid tentang ruang lingkup jabatan tertentu. Dalam penyusunan perencanaan pengadaan yang membutuhkan jabatan dalam menghasilkan barang/jasa dalam hal outsourcing atau meng-hire personil maka KBJI idealnya menjadi rujukan utama dalam menempatkan atau memetakan kebutuhan personil berbasis keahlian/keterampilan tertentu dalam pengadaan barang/jasa.

MANFAAT KBJI

a. Menyediakan kerangka kerja yang komprehensif dalam mengklasifikasikan jabatan/pekerjaan
b. Sebagai sistem referensi standar jenis klasifikasi jabatan/pekerjaan
c. Menyediakan arus informasi berkelanjutan yang diperlukan dalam monitoring dan evaluasi data statistik
d. Mempermudah dalam mengetahui profil dan kategori jabatan/pekerjaan
e. Penempatan tenaga kerja, penyusunan program pelatihan, studi pasar tenaga kerja, dan analisis jenis jabatan

PENGERTIAN JABATAN

Kata Jabatan mempunyai beberapa pengertian atau konotasi, Komaruddin menerjemahkan jabatan dari kata Occupation dengan defenisi; kedudukan yang menempatkan tugas, wewenang, hak dan tanggung jawab yang melekat pada seorang pekerja dalam satuan organisasi. Didalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN dijelaskan bahwa Jabatan adalah kedudukan yang menunjukkan fungsi, tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang pegawai ASN dalam suatu satuan organisasi.

INFORMASI JABATAN

Secara umum informasi jabatan adalah sekumpulan keterangan tentang pekerjaan, jabatan,atau karier yang meliputi posisi pekerjaan, fungsi atau uraian tugas, persyaratan untuk memasuki pekerjaan, kondisi dan imbalan yang ditawarkan.

KLASIFIKASI BAKU JABATAN IDONESIA

BPS bersama Kementerian Ketenagakerjaan telah menyusun buku klasifikasi baku jabatan indonesia sebagai standar baku dalam penetapan kode jabatan di Indonesia. KBJI disusun dengan mengacu pada buku International Standard Classification of Occupation (ISCO) tahun 1968, ISCO tahun 1988 dan ISCO tahun 2008 yang diterbitkan oleh International Labour Organization (ILO) setiap 20 tahun sekali. KBJI disusun berdasarkan persamaan dalam penyelenggaraan tugas yang aktual berdasarkan tingkat strukturalnya, jadi dalam sistem klasifikasi ini dirumuskan tugas-tugas suatu jabatan tertentu yang mencerminkan tugas salah satu jabatan yang terhimpun dalam rumpun kelompok jabatan tersebut yang memiliki dasar-dasar persamaan sifat tugasnya.
ISCO merupakan acuan dalam pemberian kode jabatan di berbagai sektor di seluruh Negara yang menjadi anggota ILO. Kode jabatan dalam ISCO hanya memuat jabatan standar yang mewakili seluruh jabatan yang ada di dunia kerja. Kode jabatan dalam ISCO dibagi menjadi 10 (sepuluh) Golongan pokok, yakni;
1. Golongan pokok 1 untuk Manajer
2. Golongan pokok 2 untuk Tenaga Profesional
3. Golongan pokok 3 untuk Teknisi
4. Golongan pokok 4 untuk Pekerja Pendukung
5. Golongan pokok 5 untuk Pegawai pelayanan dan perdagangan
6. Golongan pokok 6 untuk pekerja keterampilan bidang pertanian, kehutanan dan perikanan
7. Golongan pokok 7 pengrajin perdagangan terkait
8. Golongan pokok 8 operator pemasang mesin pabrik
9. Golongan pokok 9 pekerja kasar
10. Golongan pokok 0 pekerja angkatan bersenjata
Untuk mempermudah pencarian kode jabatan maka setiap kode jabatan pokok diklasifikasi lagi menjadi sub golongan, seperti;
2.1. Tenaga Profesional Bidang teknik dan ilmu pengetahuan
2.2. Tenaga Profesional Bidang Kesehatan
2.1. Tenaga Profesional Bidang pendidikan
2.1. Tenaga Profesional Bidang bisnis dan administrasi
Dan seterusnya….

NAMA JABATAN

Nama jabatan adalah sebutan untuk memberi ciri dan gambaran atas isi jabatan, yang berupa sekelompok tugas yang melembaga atau menyatu dalam satu wadah jabatan. Dengan demikian nama jabatan dimaksudkan untuk bisa memberikan identitas jabatan atau menunjukkan integritas suatu jabatan. Bila dilihat diantara jabatan-jabatan lainnya, maka nama jabatan dimaksudkan bisa membedakan antara jabatan yang satu dengan yang lain. Dengan kata lain nama jabatan dimaksudkan bisa memberikan gambaran pengertian pada pembaca atas jabatan tersebut, dan bisa membedakannya dengan jabatan lain.

KODE JABATAN

Untuk keperluan perbandingan data antara perusahaan, instansi atau wilayah, digunakan kode jabatan dalam 6 (enam) digit sesuai dengan buku KBJI penerbit kementerian ketenagakerjaan yang dikonversikan dengan kode jabatan pada ISCO 2008.

URAIAN JABATAN

Uraian jabatan merupakan komponen ketiga informasi jabatan yang memberikan informasi lebih lengkap mengenai nama jabatan yang bersangkutan. Uraian jabatan dibagi menjai dua bagian yaitu ringkasan uraian tugas dan rincian tugas.
1. RINGKASAN URAIAN TUGAS
Ringkasan uraian tugas merupakan uraian ringkasan tentang apa saja dilakukan oleh pemegang jabatan, yang umumnya disusun dalam satu kalimat saja. Ringkasan uraian jabatan sering disbut juga ikhtisar tugas jabatan atau ringkasan uraian pekerjaan. Dalam bahasa asing disebut job summary, lad statement atau flag descripcion
2. RINCIAN TUGAS
Rincian tugas (task description) merupakan uraian lebih lanjut dari ringkasan uraian jabatan. Tugas adalah sekelompok kegiatan kerja yang mempunyai tujuan tertentu, syarat keterampilan yang sejajar, adalah satu rangkaian proses dan memperlukan waktu kerja yang berarti atau tidak terlalu kecil. Atas dasar pengertian ini, maka setiap jabatan terdiri dari antara 5 sampai 12 tugas.

SYARAT JABATAN

memberikan informasi bagi pencari kerja dan untuk kepentingan rekruitmen bagi perusahaan atau instansi yang bersangkutan. Oleh karena itu, juga memberikan informasi mengenai kualifikasi yang diperlukan oleh seseorang untuk dapat melakukan tugas-tugas tertentu. Syarat jabatan banyak macamnya, tetapi karena pertimbangan tertentu, hanya syarat-syarat yang sangat penting saja yang disajikan.
Syarat-syarat tersebut adalah:

1. SYARAT PENDIDIKAN
Syarat ini merupakan pendidikan sekolah formal yang harus dimiliki seseorang untuk memangku jabatan tertentu. Untuk menampung kemungkinan berbagi macam pendidikan tersebut, maka untuk penelusurannya, dipergunakan buku “klasifikasi pendidikan sekolah dan perguruan tinggi”, penerbitan kementerian pendidikan dan kebudayaan.

2. SYARAT PENGETAHUAN KERJA
Syarat yang merupakan pengetahuan yang harus dimiliki oleh seseorang agar bisa menjalankan tugas jabatan degan baik. Pengetahuan kerja meliputi pengetahuan tentang bahan yang diolah, perangkat kerja yang diperlukan, proses dan produk. untuk kepentingan umum maka pengetahuan kerja yang menonjol saja yang dikemukakan.

3. SYARAT FISIK
Yang dimaksud dengan syarat fisik adalah upaya jasmani (physical effort) yang menonjol, yang diperlukan untuk melakukan tugas jabatan tersebut. Upaya fisik ini ada bermacam-macam. Macam upaya fisik yang diperlukan untuk melakukan tugas jabatan tertentu, tercantum dalam buku panduan syarat jabatan. Untuk menghemat tempat dan penulisan syarat fisik hanya dicantumkan dalam bentuk kode angka.
Misalnya 1- berdiri; 5- menginjak; 16- menarik.
Kode dan syarat fisik jabatan sebagai berikut :
1. berdiri
2. berjalan
3.duduk
4.jongkok
5. menginjak
6.berlutut
7.menjangkau
8. meraba
9. menggerakkan jari
10. memutar
11. memegang
12. menekan
13.mengangkat
14. membawa
15. mendorong
16. menarik
17. merangkak
18. memanjat
19. merunduk
20. menengadah
21. membungkuk
22. menelentang
23. membau
24. melihat
24.1. melihat tajam jarak dekat
24.2. melihat tajam jarak jauh
24.3. melihat untuk mengamati mendalam
24.4. melihat untuk membedakan warna
24.5. melihat gerakan
24.6. penyesuaian penglihatan
25. mendengar
25.1.mendengar jarak dekat
25.2. mendengar jarak dekat
26. berbicara

4. SYARAT BAKAT
Syarat bakat mencerminkan kapasitas tertentu yang harus dimiliki oleh seseorang agar dapat diperkembangkan untuk mampu menjalankan tugas-tugas jabatan dengan baik. Macam-macam bakat dan definisinya tercantum dalam buku panduan tentang syarat jabatan. Untuk menghemat tempat dan penulisan, syarat bakat hanya dicantumkan dalam bentuk kode huruf, misalnya V –bakat verbal; N –hitung menghitung.
Kode dan syarat bakat sebagai berikut :
G – INTELEGENSI (INTELEGENCE)
Kemampuan belajar secara umum, yaitu kemampuan menangkap suatu pengertian atau memahami instruksi-instruksi dan dasar-dasar suatu prinsip, kemampuan menguraikan suatu pendapat dan membuat keputusan-keputusan. Singkatnya berdekatan dengan hal-hal yang berhubungan dengan kepandaian di sekolah
V – KEMAMPUAN VERBAL (VERBAL APTITUDE)
Kemampuan dalam mengartikan kata-kata dan menggunakannya secara efektif. Kemampuan memahami bahasa, paham akan hubungan antara kata-kata satu dengan lainnya, memahami arti kalimat dalam keseluruhan kalimat dan paragraph.
N – KEMAMPUAN HITUNG MENGHITUNG (NUMEICAL APTITUDE)
Kemampuan untuk melakukan operasi arithmetic secara tepat dan akurat.
S – KEMAMPUAN DALAM HAL PANDANGAN RUANG (SPATIAL APTITUDE)
Kemampuan untuk berfikir visual dan memahami benda benda yang mempunyai 3 (tiga) dimensi. Kemampuan untuk mengenai jumlah, hubungan-hubungan dari corak benda-benda dalam ruangan
P- KEMAMPUAN PENGLIHATAN
Kemampuan melihat dengan tepat sampai detail-detailnya dari suatu benda, suatu gambaran atau sebuah grafik. Kemampuan memuat perbedaan dan perbandingan visual serta dapat melihat perbedaan dalam bentuk, ukuran lebar dan panjang serta batas-batas lukisan
Q- KEMAMPUAN KETELITIAN/KETATAUSAHAAN
Kemampuan menerapkan perincian yang berkaitan dalam bahan verbal atau dalam tabel. Kemmapuan mengetahui adanya perbedaan huruf dan angka dalam copy, dalam percobaan percetakan dan lain-lain.
F- KETERAMPILAN JARI
Kemampuan untuk menggerakkan jari dan ketangkasan memperlakukan benda-benda kecil dengan jari-jari secara cepat, cermat dan tepat.
M- KETANGKASAN TANGAN (MANUAL DEXTERITY)
Kemampuan untuk menggerakkan tangan dengan mudah dan cekatan. Kemampuan untuk mengerjakan dengan tangan dalam menempatkan sesuatu dan gerakan memutar.
K-KOORDINASI GERAKAN (MOTOR COORDINATOR)
Kemampuan mengkoordinir apa yang dilihat dengan gerakan tangan atau jari-jari dengan segera dan tepat dalam suatu gerakan yang memerlukan kecepatan dan ketelitian.
E- KOORDINASI MATA TANGAN KAKI (EYE-HAND-FOOT COORDINATOR)
Kemampuan menggerakkan tangan dan kaki secara koordinatif satu sama lain sesuai dengan ransangan penglihatan
C- MEMBEDAKAN WARNA (COLOR DISCRIMANATION)
Kemampuan memadukan atau membedakan berbagai warna yang asli yang gemerlapan. Mengenal warna khusus atau kombinasi dengan mengingatnya dan mampu memahami kombinasi warna yang selaras atau kontras.

5. SYARAT TEMPERAMEN
Yang dimaksud dengan syarat temperamen adalah sikap mental yang harus dimiliki oleh seorang agar bisa menyesuaikan diri terhadap tipe-tipe khusus yang berhubungan dengan situasi tugas. Macam-macam temperamen yang mungkin diperlukanuntuk melaksanakan tugas dan definisinya, tercantum dalam buku panduan tentang syarat jabatan. Untuk menghemat tempat dan penulisan, syarat temperamen hanya dicantumkan dalam bentuk kode huruf. Misalnya R– situasi tugas yang mengandung resiko bahaya; K – situasi yang kontinyu.
J- SITUASI KEGIATAN MENTAL
Penyesuaian: dalam membuat kesimpulan evaluasi dan keputusan dengan menggunakan kriteria panca indera atau berdasarkan pendapat
Pertimbangan: untuk dikaitkan dengan pelaksanaan pekerjaan menggunakan salah satu atau lebih dari unsur-unsur panca indera atau pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman pada waktu membuat evaluasi yang pada umumnya menggunakan data sebagai bahan.
S- SITUASI YANG MENGANDUNG BAHAYA
Penyesuaian: dalam melaksanakan tugas yang mengandung risiko yang berhadapan dengan situasi luar biasa, darurat, kritis, bahaya atau kecepatan tinggi.
Pertimbangan: untuk dikaitkan dengan pelaksanaan pekerjaan tingkat bahaya dan risikonya tinngi atau biasa bekerja dalam lingkungan yang sering menimbulkan rasa tegang sebagai salah satu bagian dari tugasnya.
V- SITUASI KEGIATAN YANG BERVARIASI
Penyesuaian: dalam melaksanakan tugas aneka ragam, sering pindah dari satu tugas ke tugas lainnya yang berbeda tanpa kehilangan prinsip efisiensi dan ketenangan diri. Jangan ditafsirkan variasi atau aneka ragam dari segi perbedaannya semata-mata. Adanya perbedaan (yang seluruhnya memerlukan kecakapan, kemampuan pengetahuan dasar yang sama) tidak selalu dinyatakan sebagai variasi.
Pertimbangan: untuk dikaitkan dengan pelaksanaan untuk dikaitkan denganpelaksanaan pekerjaan situasi yang dapat dimasukkan dalam faktor ini ialah apabila dalam perbedaan tugas terdapat pula perbedaan yang tegas mengenai teknik atau teknologinya, prosedurnya, faktor lingkungan, keadaan tempat kerja, syarat kemampuan jasmani.
D- MEMIMPIN, MENGAWASI DAN MERENCANAKAN
Penyesuaian: dalam bertanggungjawab dalam kegiatan di bidang pengarahan, pengawasan dan perencanaan.
Pertimbangan: untuk dikaitkan dengan pelaksanaan pekerjaan kegiatan-kegiatan organisasi, rapat, bimbingan, supervise, memberi petunjuk atau membuat keputusan final. Tidak termasuk dalam faktor ini ialah jabatan dimana perencanaan merupakan tugas utamanya.
F- KREATIFITAS BERUPA IDE, ANALISA, UNGKAPAN FAKTA, MECIPTA
Penyesuaian: dalam situasi yang bersangkutan dengan penafsiran yang diungkapkan dengan perasaan, gagasan atau fakta, dilihat dari sudut pandang individual
Pertimbangan: untuk dikaitkan dengan pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan kemampuan kreatif, ekspressif dan daya fantasi misalnya orang-orang yang menyusun konsep secara individual di bidang seni masalah-masalah tertentu , perencanaan dan lain-lain, seperti pergelaran seni, keputusan mengenai suatu masalah dan hal-hal semacamnya.
M- SITUASI UNTUK MEMBUAT KESIMPULAN, PENENTUAN, PERTIMBANGAN BERDASARKAN HASIL PENELITIAN ATAU PENGECEKAN
Penyesuaian: dalam membuat kesimpulan, pertimbangan atau keputusan berdasarkan hasil pengukuran atau pemeriksaan secara seksama
Pertimbangan: untuk dikaitkan dengan pelaksanaan pekerjaan membuat evaluasi berdasarkan data yang ada.
I- OPINI MASYARAKAT
Penyesuaian: dalam mempengaruhi orang dengan pendapatnya, sikapnyaatau pandangannya yang berhubungan dengan ide atau benda
Pertimbangan: untuk dikaitkan dengan pelaksanaan untuk dikaitkan dengan pelaksanaan pekerjaan memberikan motivasi, keyakinan atau wawancara/wawanrembug.
P- KOMUNIKASI DUA ARAH DENGAN ORANG
Penyesuaian: dalam mempengaruhi orang dengan mengemukakan pendapatnya, sikapnya atau pandangannya yang berhubungan dengan ide atau benda
Pertimbangan: untuk dikaitkan dengan pelaksanaan pekerjaan berhubungan dengan orang yang keterlibatannya tidak sekedar hanya memberi atau menerima petunjuk saja.
R- SITUASI TUGAS YANG KONTINYU BERULANG-ULANG RUTIN TANPA VARIASI
Penyesuaian: dalam melaksanakan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang atau terus menerus (kontinu) sesuai dengan prosedur, berangkai-rangkai, langkah demi langkah. Ini berbeda dengan pekerjaan yang hakikatnya memang berulang-ulang tetapi tujuannya adalah melayani masyarakat sebagi tugas rutin yang menyenangkan.
Pertimbangan: untuk dikaitkan dengan pelaksanaan pekerjaan kegiatan rutin dan berangkai-rangkai secara tegas dan nyata
T- SITUASI TUGAS YANG MEMERLUKAN KETELITIAN ATAU KECERMATAN DALAM MENCATAT DATA, MENGHITUNG, MENGUKUR, MENGOLAH BERDASARKAN PEDOMAN ATAU STANDAR TERTENTU
Penyesuaian: dalam menghadapi situasi yang memerlukan kecermatan dan ketelitian dalam menentukan unit, toleransi dan standar
Pertimbangan: untuk dikaitkan dengan pelaksanaan pekerjaan berhubungan dengan bahan yang harus ditangani secara teliti, cermat, seksama, tepat dan sungguh-sungguh.

6. SYARAT MINAT
Minat sebagai syarat jabatan adalah kecenderungan seseorang untuk tertarik atau senang dengan sesuatu macam pekerjaan atau tugas jabatan. Syarat ini penting karena menentukan kecocokan seseorang untuk menduduki suatu jabatan dilihat dari segi minat. Untuk menghemat tempat dan penulisan, syarat minat hanya dicantumkan dalam bentuk kode angka arab dan huruf kecil a atau b. misalnya, 1a – minat untuk kegiatan berhubungan atau berurusan dengan benda benda atau obyek-obyek; 2b – minat untuk kegiatan bersifat teknis.
1a. Minat untuk kegiatan berhubungan/berurusan dengan benda-benda atau obyek-obyek
1b. Minat untuk kegiatan yang berurusan dengan komunikasi data
2a. Minat untuk kegiatan berhubungan usaha dengan orang lain
2b. Minat untuk kegiatan bersifat teknis dan ilmiah
3a. Minat untuk kegiatan yang bersifat rutin, konkrit dan teratur
3b. Minat untuk kegiatan yang bersifat abstrak dan kraetif
4a. Minat untuk kegiatan yang dianggap baik bagi orang lain
4b. Minat untuk kegiatan yang dilaksanakan dalam hubungan dengan proses, mesin dan teknik
5a. Minat untuk kegiatan yang menghasilkan prestise atau penghargaan dari pihak orang lain
5b. Minat untuk kegiatan yang menghasilkan kepuasan nyata dan produktif

CARA PENGGUNAAN KBJI

Struktur KBJI 2014 terdiri dari lima tingkat secara vertikal, terdiri dari 6 digit kode, kelima tingkat tersebut adalah Golongan Pokok (1 digit), Subgolongan Pokok (2 digit), Golongan (3 digit), Subgolongan, (4 digit) dan Jabatan (6 digit). Struktur empat level hierarki (sampai 4 digit) merupakan adopsi dari ISCO 2008, yang memungkinkan semua Jabatan diklasifikasikan ke dalam 10 golongan pokok, 446 subgolongan. Kelompok-kelompok ini membentuk tingkatan agregasi yang lebih tinggi menjadi 130 golongan, 43 subgolongan pokok, berdasarkan kesamaannya dalam hal tingkat keterampilan dan spesialisasi keahlian yang dibutuhkan untuk pekerjaan yang bersangkutan. Sedangkan penyusunan sampai tingkatan kode 6 digit merupakan pengembangan di Indonesia, yang menurunkan contoh-contoh jabatan yang ada di 4 digit menjadi 6 digit dengan tujuan untuk lebih mempermudah bagi pengguna dalam mengidentifikasi kode jabatan. Contoh Jabatan Arsitek bangunan dalam 6 digit sebagai berikut :

2. Profesional
21. Ahli ilmu pengetahuan dan Teknik
216. Arsitek, perencana, surveyor dan desainer
2161. Arsitek Bangunan
2161.01 Arsitek Bangunan

PENUTUP

Semoga KBJI dapat dimanfaatkan oleh pengguna jabatan sebagaimana maksud KBJI diterbitkan, sehingga kita dapat memiliki persepsi yang sama terhadap kode dan jabatan yang dibutuhkan.

Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2014 dapat di unduh DISINI

Tetap sehat, bahagia dan sukses
SALAM PENGADAAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *