Lewat ke baris perkakas

MELAKUKAN ANALISIS PASAR DALAM PERSIAPAN PEMILIHAN PENYEDIA

Spread the love

SEBUAH PENDEKATAN PRAKTIS MELAKUKAN ANALISIS PASAR (2)

Seperti yang saya janjikan pada artikel sebelumnya ANALISIS PASAR, PENTINGKAH?, maka pada kesempatan ini kita akan berdiskusi terkait cara melakukan analisis pasar khususnya pada tahap persiapan pemilihan penyedia oleh Pokja Pemilihan. Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai rujukan, bukan pula best practice, tetapi hanya merupakan sebuah elaborasi dari beberapa pembelajaran terkait analisis pasar yang pernah saya ikuti, antara lain;

  1. Webinar “Specifying Requirement, Supply market analysis and Developing Cost Estimating, Bapak Win Sukardi, 2020
  2. Webinar ‘’Category Management’’, Bapak Sonny Sumarsono, 2020
  3. Webinar ‘’Procurement Strategy’’, Bapak Khairul Rizal, 2020
  4. Buku Informasi Kompetensi melakukan perencanaan pengadaan barang/jasa pemerintah Level 1 dan 2 Pusdiklat LKPP 2019
  5. Slide Ajar Pelatihan UK 06 Menyusun Harga Perkiraan bagi Pengelola PBJ Muda, Makassar 2019
  6. Buku Informasi UK 06 SKKNI Menyusun Harga Perkiraan LKPP 2017

Dasar Hukumnya apa?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus memahami bahwa para pelaku pengadaan saat ini memang memiliki pola pikir dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, para pelaku pengadaan mendahulukan prinsip kehati-hatian dalam memutuskan atau mengambil tindakan dalam melakukan proses PBJ, hal ini memang sudah seharusnya, tetapi saat ini praktiknya terkadang dengan dosis yang berlebihan. karena beberapa kasus hukum yang terkait PBJ mengindikasikan adanya kriminalisasi terhadap para pelaku Pengadaan, sehingga apabila tidak ada dasar hukum yang jelas, pasti dan tanpa ambigu, maka terkadang membuat keputusan dalam proses PBJ menjadi lambat dan tentu hal ini kontra produktif. Padahal untuk mencapai Best Value for Money maka dibutuhkan inovasi pengadaan dalam kerangka batasan-batasan yang digariskan dalam peraturan perundang-undangan yang terkait. Pengadaan harus dapat dimaknai sebagai sebuah ilmu ketimbang sebagai sebuah pedoman pelaksanaan/teknis yang membelenggu daya imajinasi dan kreatifitas dalam rangka mewujudkan pengadaan yang lebih mudah, cepat, terpercaya dan berkelanjutan.

Karena analisis pasar merupakan operasional teknis sehingga detilnya tidak diatur didalam peraturan, menganalisis pasar merupakan tugas dan kompetensi teknis yang harus dimiliki oleh PPK pada tahap persiapan pengadaan dan Pokja Pemilihan pada tahap persiapan pemilihan penyedia.

Kewenangan UKPBJ

Dalam rangka efektifitas dan peningkatan kinerja PBJ maka sangat diharapkan agar UKPBJ dapat menjadi pelopor untuk melakukan perluasan tugas dan fungsi UKPBJ dalam mendorong dan menjadi leading sektor dalam mengembangkan riset dan analisis pasar di K/L/PD.

Tugas untuk melakukan Analisis Pasar,  baik dalam peraturan LKPP Nomor 9 Tahun 2018 maupun Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2020, tidak secara jelas menguraikan tata cara melakukan analisis pasar, padahal tugas dan tahapan pekerjaan ini merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam melaksanakan seluruh tahapan kegiatan reviu terhadap dokumen persiapan pengadaan. Didalam Peraturan LKPP No 9 Tahun 2018 dijelaskan bahwa; “berdasarkan dokumen persiapan pengadaan yang diserahkan oleh PPK, Pokja Pemilihan melakukan analisis pasar untuk mengetahui kemungkinan ketersediaan barang/jasa dan Pelaku Usaha dalam negeri yang mampu dan memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan. Hasil analisis pasar digunakan untuk menentukan metode kualifikasi dan/atau metode pemilihan Penyedia.  Dalam hal, hasil analisis pasar diketahui tidak ada Pelaku Usaha dalam negeri yang mampu dan memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan maka Pokja Pemilihan mengusulkan dan meminta persetujuan kepada PPK untuk dilaksanakan melalui Tender/Seleksi Internasional”.

Dari pernyataan tersebut setidaknya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut;

  1. Analisis pasar dilakukan untuk mengetahui kemungkinan ketersediaan barang/jasa yang dibutuhkan, berdasarkan data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan bukan berdasarkan keyakinan semu.
  2. Analisis pasar dilakukan untuk mengetahui Pelaku Usaha dalam negeri yang mampu dan memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan yang kita butuhkan/rencanakan, tentu juga berdasarkan data dan informasi kredibel dan faktual, bukan hasil terawangan perasaan.
  3. Berdasarkan informasi angka 1 dan 2, menjadi pertimbangan dalam menentukan metode kualifikasi dan/atau metode pemilihan.
  4. Boleh jadi peristiwa tender/seleksi gagal selama ini diakibatkan karena tidak dilakukan analisis pasar pada tahap persiapan pemilihan dan penetapan Spesifikasi Teknis/KAK serta HPS.

Mulai dari mana?

Sebelum memulai kegiatan Analisis Pasar, langkah persiapan yang seharusnya dilakukan adalah:

  1. Mendefinisikan secara jelas tujuan dan elemen Analisis Pasar

Analisis pasar merupakan sebuah proses yang dibuat untuk memahami dan mengatur permintaan untuk membeli barang/jasa kebutuhan organisasi dengan tujuan untuk memberikan pemahaman mengenai ukuran, skala, dan kapabilitas dari penyedia barang/jasa secara detil.

Ketidakjelasan tujuan dapat mengakibatkan pemborosan waktu dan sumber daya. tujuan Analisis Pasar adalah untuk menentukan besarnya total perkiraan biaya pekerjaan dalam penyusunan anggaran dan penyusunan HPS, untuk efektifitas dan efisiensi, hanya data yang relevan dengan tujuan saja yang seharusnya dikumpulkan dan kemudian dianalisis, seperti untuk analisis pasar pada saat akan menetapkan HPS, seperti ; Jenis produk dan/atau komponen pekerjaan yang ada di pasar, Penyedia komponen/barang potensial yang ada dipasar, Harga komponen pekerjaan dan/atau harga barang dan Harga pada Kontrak-kontrak sejenis. Analisis Pasar hanya dilakukan terhadap kondisi-kondisi :

  • Pengadaan item yg belum pernah dilaksanakan (pengadaan perdana).
  • Jeda waktu yang relatif lama atas Analisis Pasar yang telah dilakukan.
  • Perubahan pasar dan teknologi.
  • Besarnya jumlah belanja.
  • Besarnya dampak terhadap organisasi.

Sehingga perlu dilakukan spend analysis terhadap riwayat belanja organisasi beberapa tahun terakhir dan dikategorikan dalam sistem kategorisasi yang baik, secara simultan dengan pengembangan Category and Vendor Management dalam instansi/organisasi.

  1. Mengidentifikasi sumber-sumber data dan informasi yang potensial

Sumber-sumber data dan informasi tersebut antara lain namun tidak terbatas dari:

  1. internet,
  2. publikasi asosiasi dan organisasi industri,
  3. panduan pembelian (buyer’s guides), brosur-brosur dan iklan,
  4. data dan berkas pemasok tahun-tahun sebelumnya,
  5. rekan, pemasok dan jaringan pelanggan,
  6. koran, jurnal, buletin, majalah dan publikasi instansi pemerintah baik pusat maupun daerah,
  7. spesialis Analisis Pasar, dan
  8. kontak dengan penyedia saat ini atau penyedia potensial.
  1. Menentukan model Analisis Pasar, terdapat banyak model Analisis Pasar yang dapat digunakan, namun kali ini kita akan menggunakan Supplier Perception Model dan Supply Chain Analysis
  2. Menguraikan kegiatan kunci serta menyusun jadwal untuk menyelesaikan Analisis Pasar, dengan menjelaskan tahapan kegiatan kunci dan menyusun jadwal kegiatan secara detil.
  3. Mengidentifikasi sumber daya yang diperlukan untuk mendukung analisis seperti SDM, biaya, serta sarana dan prasarana.

PA/KPA atau UKPBJ seharusnya telah memperkiraan jumlah kebutuhan SDM, dana serta sarana yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pengumpulan data dan Analisis Pasar tersebut. Tidak hanya pegawai internal, kegiatan tersebut juga dapat melibatkan pegawai eksternal dan pihak swasta apabila diperlukan. Perkiraan biaya dan sarana juga harus dipersiapkan sebelum kegiatan dilaksanakan.

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Analisis Pasar bagi pembeli terhadap penawaran (pasokan) akan mempengaruhi keputusan dalam pengadaan barang/jasa terkait 3 (tiga) pertanyaan.

  1. apa yang akan dibeli dan berapa banyak?
  2. di mana membelinya?
  3. kapan serta bagaimana cara belinya?

Analisis Pasar dimaksudkan untuk membantu memastikan bahwa tujuan pengadaan akan dapat dicapai, risiko dan peluang yang terkait dengan pasar pasokan diidentifikasi secara seksama untuk mengembangkan strategi pengadaan yang tepat.

Manfaat bagi Instansi/Organisasi

Analisis Pasar juga menyediakan informasi yang sangat penting untuk mengembangkan strategi pengadaan yang efektif, Analisis Pasar akan membantu organisasi untuk memahami tentang:

  1. Produk yang tersedia yang dapat memenuhi kebutuhan

Untuk memenuhi kebutuhan organisasi secara efektif, pasar mungkin telah menyediakan lebih dari satu jenis produk yang dapat digunakan.

Dengan memahami kualitas produk dari tiap merek yang ada, pembeli akan dapat

menentukan berbagai alternatif merek yang dapat diterima. Sementara merek yang lain mungkin tidak akan dapat diterima karena memiliki kualitas atau teknologi yang lebih rendah dari kebutuhan efektif. Analisis Pasar juga akan dapat menunjukan adanya berbagai produk subtitusi yang dapat dijadikan sebagai alternatif.

  1. Siapa sajakah produsen dari produk yang tersedia di pasar

Sebagai contoh, mungkin ada sejumlah penyedia peralatan pelindung keselamatan kerja yang tersedia di pasar, tetapi Analisis Pasar menunjukkan bahwa berbagai jenis atau merek tersebut ternyata dimiliki oleh satu perusahaan induk. Dalam kondisi normal, perusahaan yang berada dalam suatu holding, sangat kecil kemungkinan untuk saling bersaing.

  1. Berbagai tingkat harga yang ada di pasar dan bagaimana terjadi harga keseimbangan

Harga terbentuk dari interaksi antara penawaran dan permintaan. Ketika pertukaran terjadi, harga yang disepakati disebut “harga keseimbangan”. Perubahan permintaan ataupun penawaran di pasar akan dapat menyebabkan perubahan harga keseimbangan. Dengan asumsi bahwa faktorfaktor lainya adalah tetap, keseimbangan pasar dipengaruhi oleh mekanisme perubahan dalam harga dan kuantitas.

Proses terjadinya keseimbangan pasar dapat digambarkan dalam ilustrasi atas permintaan dan penawaran Buah Apel sebagai berikut:

Jumlah penawaran seorang petani apel untuk dijual diasumsikan hanya dipengaruhi oleh besarnya harga per buah.  Semakin tinggi harga per buah apel, semakin besar juga kesediaan seorang petani sebagai penjual untuk menjual produknya. Tabel penawaran berikut menunjukan kondisi tersebut.  Ketika harga per buah apel hanya Rp1.000, maka kuantitas yang ditawarkan 100 buah. Ketika harga apel meningkat menjadi Rp1.250, maka jumlah yang disediakan dijual ke pasar juga meningkat menjadi 200 buah dan terus bertambah hingga mencapai 1.200 buah ketika harganya mencapai Rp3.750 per buah.  Bagi penjual, semakin tinggi harga maka semakin besar kesempatan memperoleh total pendapatan yang lebih tinggi. Dalam ilmu ekonomi, manusia diasumsikan selalu berusaha memaksimalkan utility (termasuk dalam pengertian ini adalah keuntungan/kepuasan). Kondisi yang sebaliknya terjadi pada individu pembeli. Dengan asumsi “marginal deminishing return”, di mana seseorang akan mendapat kepuasan yang semakin menurun atas tiap tambahan barang/jasa yang dikonsumsi, seorang pembeli akan bersedia mengorbankan pendapatanya untuk mendapatkan tambahan barang/jasa pada harga yang lebih rendah daripada harga sebelumnya. Ilustrasi pergerakan kuantitas yang ditawarkan oleh penjual dan kuantitas yang diminta oleh pembeli dapat dilihat pada Gambar dibawah. Kurva Penawaran S (Supply) mempunyai kemiringan yang semakin naik. Sedangkan Kurva Permintaan D (Demand) mempunyai kemiringan yang semakin turun. Pada tingkat harga Rp.3.000, pembeli cukup puas dengan hanya membeli 400 buah apel (A), sementara sang penjual bersedia menjual sebanyak 900 buah (B). Dengan kondisi tersebut terjadi kelebihan penawaran sebesar 500 buah. Dengan asumsi maksimalisasi utility, sang penjual akhirnya bersedia menurunkan harga agar sang pembeli mau menambah jumlah apel bersedia dibeli. Ketika pembeli mengetahui bahwa harga yang ditawarkan menurun, maka akan bersedia menambah jumlah yang di beli hingga mencapai titik (C).

Cara Mendapatkan Informasi Pasar.

Jenis data pasar dapat dibagi menjadi 2 (dua) yakni data primer dan data sekunder, Sumber data dapat diperoleh baik dari internal maupun dari eksternal sedangkan cara memperoleh data dapat dilakukan dengan permintaan formal atas informasi (Request for Information/RFI) dan pendekatan bebas untuk pengumpulan informasi.

Pengolahan data informasi pasar

Pengolahan data dan informasi pasar merupakan proses untuk memberikan konteks terhadap fakta, text, jumlah, angka, agar mempunyai makna yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Proses ini tidak harus serumit atau sekompleks penelitian pada umumnya. Proses ini meliputi kegiatan pengakumulasian, penyortiran serta pengelompokan jenis data dan informasi untuk memudahkan proses analisis.

Kegiatan ini dimulai dengan melakukan input data dan informasi yang telah dikumpulkan ke database baik menggunakan program yang berupa spreadsheet atau

pun yang lain.

Analisis Data dan Informasi Pasar

Setidaknya ada 2 model Analisis Pasar, baik yang dilakukan pada saat perkiraan biaya pekerjaan dalam tahap penyusunan anggaran maupun penyusunan HPS, yaitu: Supplier Perception Model dan Supply Chain Analysis dan analisis harga dan biaya (cost and price analysis). Sedangkan untuk tujuan penyusunan anggaran disektor pemerintahan, salah satu metode analisis tambahan yang dapat dilakukan adalah analisis menggunakan standar harga.

  1. Supplier Perception Model

Strategi yang diterapkan penyedia sangat tergantung kepada bagaimana mereka memandang instansi/organisasi selaku pembeli. Ada empat kategori penyedia memandang atau menganggap pembeli yaitu: Nuisance (pengganggu), Exploitable (dapat dieksploitasi), Develop (berkembang) dan Core (inti).

Sumbu vertikal menunjukan daya tarik atau atractiveness instansi/organisasi bagi pemasok/supplier. Beberapa contoh daya tarik ini adalah sebagai berikut:

  • Jumlah dan nilai pengadaan yang diprediksi akan semakin berkembang
  • Ketepatan dan kemudahan proses/sistem pembayaran
  • Bagi Instansi pemerintah, tidak mungkin bangkrut
  • Budaya antikorupsi, tidak adanya keharusan kick back atau biaya pelicin

Sumbu horizontal menunjukan besarnya nilai pengadaan. Ketika instansi/organisasi sebagai pembeli dipandang oleh penyedia sebagai nuisance, akan sangat sulit bagi pembeli untuk mendapat perhatian dari penyedia dalam pencapaian ‘win-win solution’. Sedangkan bila pembeli dipandang sebagai develop exploitable atau core, penyedia kemungkinan akan bersedia memberikan ‘kompensasi’ tertentu untuk bagi pembeli  untuk mau bekerja sama. Salah satu yang mungkin diberikan adalah berupa diskon harga. Data sekunder mungkin tidak menyediakan informasi seperti ini. Oleh karena itu, cara untuk mendapatkan data ini adalah dengan langsung melakukan survey kepada beberapa penyedia potensial di daerah namun tidak pernah mau memasukan penawaran kepada instansi.

  1. Supply Chain Analysis serta analisis biaya dan harga

Rantai pasokan terdiri dari semua elemen atau organisasi yang terlibat dalam proses menciptakan barang/jasa dari input melalui produksi, distribusi dan pemasaran hingga pengguna akhir. Organisasi tersebut berbagi hubungan menjadi pelanggan sekaligus pemasok ke beberapa organisasi lainnya. Rantai pasokan perlu diteliti untuk mengidentifikasi elemen yang memberi nilai tambah pada setiap tahap serta untuk mengidentifikasi elemen pasokan yang rentan.

Tiap tahap dalam rantai pasokan menambahkan biaya ke dalam harga barang/jasa  sebagai kompensasi terhadap nilai (value) yang mereka tambahkan ke pengembangan, distribusi atas proses penjualan. Instansi/organisasi perlu melakukan identifikasi di level mana dari rantai pasokan mereka seharusnya atau dapat bertransaksi, apakah di level manufaktur, distributor atau retail. Jika volume pembelian instansi/organisasi dan pengeluaran terlalu kecil atau terlalu besar, instansi/organisasi mungkin hanya dapat mengakses tahap atau elemen pasokan tertentu. Manufaktur tertentu, misalnya, biasanya menolak untuk menjual dibawah jumlah tertentu.

Analisis perbandingan harga perlu dilakukan apabila instansi/organisasi dapat mengakses minimal dua saluran rantai pasokan, misal ditingkat pengecer dan distributor atau supplier dari pengecer. Beberapa komponen biaya ditingkat distributor atau supplier dari pengecer yang perlu diidentifikasi dan mungkin ditambahkan antara lain adalah:

– Biaya pengepakan

– Biaya pengiriman

– Biaya asuransi

– Pajak masukan dan pajak keluaran atas PPN

– Biaya overhead dan keuntungan, bila instansi/organisasi bermaksud mencari penyedia lain yang potensial.

Penilaian Tingkat Persaingan Pasar

Pasar yang bersaing terjadi ketika tidak ada satupun pembeli atau penjual yang mempunyai pangsa pasar yang dominan yang dapat mempengaruhi harga. Selain itu, para pembeli dan penjual juga tidak menggambungkan kekuatannya untuk mempengaruhi pasar. Ketika kondisi ini tidak terjadi, pasar mungkin berada dalam keadaan monopoli, monopsoni, oligopoli atau oligopsoni. Keadaan yang cenderung tidak menguntungkan bagi pembeli adalah ketika pasar dalam kondisi monopoli atau oligopoli dimana penjual atau para penjual yang merupakan kartel dapat mempengaruhi harga pasar. Harga yang terjadi dalam kondisi seperti itu kemungkinan besar berada diatas tingkat harga yang semestinya terjadi ketika pasar dalam kondisi bersaing. Dalam kondisi seperti itu, pihak yang berwenang dalam pengadaan seharusnya mengidentifikasi langkah-langkah antisipasi atau alternatif agar harga barang/jasa yang diperlukan dalam pelaksanaan tupoksi tidak lebih mahal dari yang semestinya.

Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan mengidentifikasi ketersediaan barang/jasa yang bersifat substitusi atas barang/jasa yang berada dalam kondisi monopoli. Berapa jenis barang/jasa yang ada di pasar beserta jumlah penyedia yang potensial diidentifikasi secara cermat. Berbagai pilihan dianalisis kelebihan beserta kekurangannya, baru kemudian diidentifikasi harganya. Pilihan lain adalah dengan melakukan analisis apabila kegiatan akan dilakukan secara swakelola. Rencana anggaran

disusun setelah komponen-komponen kegiatan ditentukan dengan menggunakan standar atau harga pasarnya.

Informasi utama yang perlu dikumpulkan dan dianalisis adalah mengenai berapa jumlah penyedia dan berapa jumlah pembeli untuk barang/jasa yang akan dianalis pasarnya beserta pangsa pasarnya. Namun demikian, kondisi saat ini mungkin belum memungkinkan untuk pihak yang berwenang di instansi/organisasi memperoleh data atau informasi tersebut dari sumber-sumber yang bersifat sekunder. Dinas atau instansi

yang mempunyai tugas pokok dan fungsi terkait, mungkin tidak memiliki data dan informasi yang diperlukan untuk tujuan ini. Demikian juga publikasi yang dilakukan oleh

lembaga non pemerintah, baik lembaga penelitian maupun media masa, mungkin masih

sangat jarang dilakukan. Oleh karena itu, untuk pengadaan barang/jasa yang bernilai sangat besar, dianjurkan kepada pihak yang berwenang dalam pengadaan untuk menggagas penelitian kondisi pasar di wilayahnya melalui suatu kegiatan khusus yang dianggarkan dalam RKA.

Dalam jangka pendek, informasi kondisi persaingan pasar ini mungkin dapat diperoleh dari data internal organisasi dan kemudian dilanjutkan dengan penelusuran data dan permintaan informasi kepada pihak lain baik wawancara secara langsung atau melalui telepon, surat maupun email. Berikut ini adalah ilustrasi tujuan analisis serta langkah-langkah penelusuran data dan informasi yang dapat dilakukan.

Prediksi Perkembangan Pasar

Upaya untuk memprediksi perkembangan pasar ke depan sangat penting bagi instansi/organisasi selaku pembeli, terutama jika kondisi pasar terus mengalami perubahan. Penting bagi instansi/organisasi untuk mencoba mencari pengetahuan sebanyak mungkin tentang kemungkinan pergerakan penawaran dan permintaan dimasa mendatang yang diyakini akan mempengaruhi ketersediaan produk, harga dan

faktor lainnya.

Informasi tentang tren pasar masa depan mungkin dapat diperoleh dari laporan yang diterbitkan atau jurnal khusus dan situs internet untuk komoditas atau produk /jasa dari pasar yang terdokumentasi dengan baik. Sedangkan untuk komoditas dari pasar yang kurang terdokumentasi dengan baik, instansi/organisasi masih dapat mencoba untuk memperoleh gambaran mengenai situasi pasar dimasa depan yang mungkin terjadi. Hal ini dapat dicapai melalui berbagai teknik peramalan dengan memperhatikan beberapa karakterstik mendasar yang dapat menjelaskan bagaimana pasar dapat berubah dari waktu ke waktu.

  1. Karakteristik Pasar

Kondisi perkembangan pasar dalam hal terkait permintaan, pasokan dan terutama adalah pergerakan harga, pada umumnya mencerminkan empat karakteristik pasar yaitu: tren, siklus, musiman dan variasi acak.

Teknik memperkiraan pasar dimasa mendatang cenderung lebih mudah untuk ketiga jenis karakteristik awal yaitu (1) tren, dimana penawaran, permintaan dan harga tetap konstan, mengalami kenaikan atau pun penurunan, (2) siklus, dimana penawaran, permintaan dan harga cenderung meningkat atau menurun dalam kurun waktu yang lama karena siklus bisnis (resesi dan pertumbuhan ekonomi), siklus hidup produk, dan lain-lain, (3) Musiman, dimana penawaran, permintaan dan harga berubah di atas maupun di bawah rata-rata pada interval waktu tertentu yang mungkin dipengaruhi oleh musim, liburan atau awal dan akhir tahun anggaran. Sementara prediksi pasar yang memiliki karakteristik secara (4) acak, yaitu penawaran, permintaan dan harga berubah secara tidak berpola,  cenderung lebih sulit dilakukan secara akurat.

Sebagaimana telah dijelaskan, kemungkinan perubahan permintaan dan penawaran pasar yang berakibat pada perubahan harga tersebut seharusnya dipertimbangkan untuk penyusunan anggaran, terutama untuk komponen dan output yang belum tersedia standarnya. Kekurangan jumlah yang dianggarkan akan dapat berakibat kepada ketidakefektifan. Sedangkan kelebihan jumlah yang dianggarkan akan menimbulkan biaya kesempatan atas kegiatan lain yang juga prioritas tidak dapat diperoleh.

  1. Teknik Perkiraan Pasar berdasarkan analisis Kuantitatif

Prakiraan pasar berdasarkan analisis kuantitatif pada dasarnya dari dua jenis yaitu analisis time series dan metode kausal.

♦ analisis time series

Analisis ini melibatkan serangkaian teknik yang menggunakan data pasar masa lalu berupa permintaan, penawaran, dan harga untuk menghasilkan perkiraan dimasa mendatang. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa pola pasar masa lalu akan berlanjut di masa depan. Teknik ini dianggap tepat ketika kondisi relatif stabil, dan kualitas data historis adalah wajar. Teknik ini juga mungkin bekerja dengan baik untuk prakiraan jangka pendek, tetapi cenderung tidak bekerja dengan baik untuk membuat prakiraan jangka panjang. Contoh teknik ini antara lain adalah moving average dan moving average tertimbang.

♦ metode kausal

Teknik ini membuat perkiraan dengan membentuk hubungan sebab-akibat antara variabel independen dan kondisi pasar untuk produk. Contohnya:

✓ harga kertas koran akan dipengaruhi oleh prospek bisnis dan ekonomi. Perkembangan ekonomi akan berdampak pada iklan di koran dan oleh karena itu akan mempengaruhi jumlah konsumsi kertas koran.

✓ Perkiraan cuaca musim dingin yang diprediksi lebih lama dan lebih ekstrim akan mempengaruhi tingkat permintaan untuk pakaian musim dingin yang akan berdampak kepada kenaikan harga. Metode kausal utama yang digunakan adalah regresi liner baik sederhana maupun berganda.

  1. Pemicu Pasar (Market Driver)

Pemicu Pasar (Market Driver) merupakan kekuatan yang memicu konsumen untuk membeli produk. Dapat juga didefinisikan sebagai tren yang menyebabkan pasar tumbuh dan berkembang. Setidaknya ada tiga contoh Pemicu Pasar (Market Driver) yang umumnya terdapat dipasar yaitu:

– Permintaan konsumen (demand)

meningkatnya harga minyak dunia akan meningkatkan permintaan kendaraan efisien atau yang hemat bahan bakar, menjadi market driver permintaan aksesoris sambungan pengecasan batre mobil hybrid.

Meningkatnya penggunaan smartphone menjadi market driver permintaan power bank yang mampu mengisi dengan cepat (fast charging)

– Kebijakan (policy)

Undang-Undang yang memberi insentif bagi pengguna energi non migas dapat menjadi market driver pengembangan energi terbarukan;

Undang-undang lalu lintas menjadi market driver penggunaan helm yang berstandar nasional indonesia (SNI).

– Kejadian (event).

Bencana alam, seperti tsunami, mungkin merangsang permintaan untuk tempat penampungan portabel, sistem pemurnian air yang mudah digunakan, serta peralatan medis.

Penilaian Harga

Harga suatu produk dipengaruhi oleh salah satu atau beberapa faktor berikut:

– Biaya produksi dan distribusi

– Persepsi pelanggan atas nilai produk

– Tingkat persaingan dan faktor pasar lainnya.

Menurut Michael Porter ada 5 kekuatan yang menentukan intensitas persaingan dalam suatu industri atau pasar, yaitu (1)ketersediaan produk subtitusi, (2) kompetisi dengan pesaing, (3) ancaman masuknya pendatang baru, (4) daya tawar pemasok, serta (5) daya tawar konsumen. Nilai yang dipersepsikan atas produk mempengaruhi berapa banyak pembeli bersedia untuk membayar. Hal ini biasanya didasarkan faktor-faktor yang melampaui pertimbangan biaya, seperti masalah keandalan, pengiriman serta dukungan layanan. Hal ini terkait dengan market driver yang telah dibahas sebelumnya.

Pemasok dapat memanfaatkan fakta bahwa pembeli yang berbeda memiliki prioritas yang berbeda dan beberapa diantaranya bersedia membayar lebih dari yang lain untuk produk tertentu. Mereka dapat memanfaatkan hal ini, misalnya, dengan menetapkan harga tinggi untuk produk-produk barunya sebelum produk kompetitor muncul, sehingga memaksimalkan keuntungannya. Penetapan harga tinggi belum tentu akan mengurangi permintaan jika tidak ada kompetisi.

Segmentasi Pasar Penyedia

Segmentasi pasar penyedia merupakan salah satu langkah penting untuk mewujudkan Analisis Pasar yang efektif dan efisien. Suatu jenis kebutuhan barang/jasa mungkin terdiri dari puluhan atau bahkan jenis atau merek barang/jasa di pasar. Apabila survey dan analisis dilakukan terhadap keseluruhan jenis atau merek tersebut yang ada di pasar, tentu akan banyak menyita waktu dan biaya sehingga tidak dapat tersedia informasi yang diperlukan pada waktunya. Solusinya adalah dengan melakukan pengelompokan (grouping) barang/jasa tersebut berdasarkan persamaan resiko dan/atau kemungkinan/kesempatan (opportunity). Analisis dilakukan terhadap rangking

atas masing-masing grup.

Segmentasi pasar penyedia ini hanya dilakukan terhadap barang/jasa yang memenuhi kriteria prioritas. Proses segmentasi yang biasa dilakukan dapat dirangkum menjadi 3 tahap berikut:

1)  Membangun variabel segmentasi berdasarkan pengetahuan pasar yang dimiliki.

Beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai dasar variabel adalah teknologi dan elemen rantai pasokan. Hanya variabel yang berbeda risiko dan kesempatan saja yang relevan untuk dipergunakan.

Contoh:

– berdasarkan teknologinya, pemanas air (water heater) terdiri dari beberapa jenis yaitu yang berbahan bakar gas, listrik dan tenaga matahari. Ketiga jenis teknologi tersebut dapat dijadikan sebagai variabel segmentasi.

– teknologi atau program yang berbeda dibalik pembuatan kalkulator tidak perlu dijadikan variabel segmen ketika cara penggunaan kalkulator oleh konsumen tidak berbeda.

2)  Menyaring beberapa segmen berdasarkan pengetahuan dan logika umum.

Suatu segmen dapat diabaikan , antara lain jika:

– diketahui hanya ada satu pemasok (monopoli).

– Teknologinya belum teruji

– Waktu tunggu pesanan (Lead time) yang lama

– sparepart ternyata tidak tersedia

– strategi harga yang dipakai bersifat premium

– segmen tidak menyediakan solusi bagi kebutuhan instansi.

– suatu segmen tidak berbeda dari segmen lainnya.

3)  Mengidentifikasi risiko dan peluang dari setiap segmen, dan pilih segmen yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan instansi.

Kategorisasi Data Pasar

Data yang dikumpulkan dipilih dan dipilah secara rinci dengan tujuan untuk mendapatkan informasi jenis-jenis produk/jasa yang tersedia, kondisi persaingan di pasar yang terjadi serta variasi harga. Pemilihan dan pemilahan data pasar antara lain dapat dikelompokkan atau dikategorisasi sebagai berikut;

  1. Jenis Produk/Jasa; (antara lain teknologi, type, kapasitas, garansi)
  2. Merek yang tersedia di pasar
  3. Produk substitusi yang tersedia di pasar
  4. Penyedia ; (Jumlah, lokasi, retail/grosir/agen tunggal/pabrik)
  5. Pembeli; (individu, perusahaan/organisasi)
  6. Harga; (satuan, rabat/diskon, volume)

Berdasarkan kategori tersebut penyusunan alternatif produk dan harga, dengan cara;

  1. Membandingkan alternatif produk/jasa yang tersedia dengan persyaratan minimum (minimum requirement) sesuai spesifikasi teknis
  2. Produk/jasa yang tidak memenuhi minimum requirement dikeluarkan dari daftar alternatif produk dan harga
  3. Daftar produk/jasa yang memenuhi minimum requirement sesuai spesifikasi teknis diurut berdasarkan harga; harga terrendah, harga tertinggi, dan harga rata-rata.

Dokumentasi Pelaksanaan Analisis Pasar

Seperti telah diuraikan dimuka, hasil Analisis Pasar ini akan digunakan untuk menyusun anggaran dan harga perkiraan sendiri (HPS). Mengingat implikasi kedua tahap tersebut sangat penting baik untuk keuangan organisasi, maupun keuangan negara (untuk pengadaaan sektor pemerintah), pihak-pihak yang bertanggung jawab harus membuat dan menjaga dokumentasi atas proses Analisis Pasar. Setidak-tidaknya, dokumentasi tersebut akan dipergunakan oleh:

– Pejabat yang berwenang untuk menyusun anggaran (Pimpinan Organisasi).

Sebelum menetapkan harga satuan dalam dokumen anggaran, pejabat yang bersangkutan seharusnya memastikan bahwa proses Analisis Pasar telah dilaksanakan sesuai ketentuan dan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

– Pejabat yang berwenang untuk menetapkan Harga Perkiraan.

Sebelum menetapkan harga perkiraan, pejabat yang berwenang seharusnya terlebih dahulu memastikan bahwa harga yang diinput ke dalam harga perkiraan adalah bersumber dari proses Analisis Pasar yang telah dilaksanakan sesuai ketentuan serta berdasarkan data yang dapat dipertanggung jawabkan.

Dalam kerangka pengelolaan keuangan negara, dikenal pernyataan sebagai berikut…”Ketika seseorang menandatangani suatu dokumen, maka secara hukum dianggap telah mengetahui substansi dan akibat yang dapat ditimbulkan dari penggunaan dokumen tersebut.”

– Auditor ketika melakukan pemeriksaan. Untuk mengambil suatu kesimpulan, Auditor

akan mengumpulkan bukti-bukti yang relevan serta melakukan pengujian terhadap prosedur yang telah dilakukan oleh instansi berdasarkan jejak audit (audit trail) yang tersedia. Auditor hanya akan dapat meyakini kebenaran atau kewajaran suatu keadaan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Beberapa ketentuan minimal dalam menyiapkan dokumentasi proses Analisis Pasar agar dapat dianggap memadai:

– Adanya dokumen yang menunjukan adanya perintah dari pejabat yang berwenang.

Tidak ada ketentuan baku yang mengatur mengenai bentuk ataupun judul surat perintah tersebut. Hal tersebut diserahkan kepada masing-masing instansi.

– Adanya dokumen atau bukti lain yang menunjukan hasil proses penugasan dimaksud. Bentuk dan jenis dokumen atau bukti ini juga tidak ada ketentuan baku yang mengaturnya. Hal tersebut diserahkan kepada instansi yang melaksanakan.

Sumber darimana, kapan dan dimana data/informasi diperoleh seharusnya dapat diidentifikasi secara jelas untuk memudahkan proses reviu ataupun audit.

Dokumen dan bukti-bukti tersebut semestinya dikelola dan disimpan oleh pejabat yang terkait, untuk memudahkan pencarian ketika diperlukan. Apabila dokumen/bukti tersebut terkait dengan penyusunan anggaran, maka pihak yang semestinya menyimpan adalah Pejabat yang berwenang menyusun anggaran (Pimpinan organisasi). Sedangkan apabila dokumen/bukti tersebut terkait dengan penyusunan HPS, maka pihak yang semestinya menyimpan adalah pejabat yang berwenang menandatangani kontrak. Inti dari tujuan penyiapan dokumentasi adalah untuk memberikan ‘jaminan’ bahwa proses telah dilakukan berdasarkan otorisasi pejabat yang berwenang dan hasil kegiatan telah didukung dengan fakta dan dapat dibuktikan secara memadai. Setiap angka yang dikutip atau simpulan yang diambil harus didukung dengan bukti yang dapat diverifikasi.

Demikian yang dapat saya bagikan pada kesempatan ini, semoga dapat bermanfaat.

Tetap sehat, bahagia dan sukses.

Salam Pengadaan…

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *