Lewat ke baris perkakas

RESENSI BUKU STRATEGI SAMUDRA PUTIH (WHITE OCEAN STRATEGY)

Spread the love

STRATEGI SAMUDRA PUTIH (WHITE OCEAN STRATEGY)

Buku ini ditulis oleh Danai Chanchaochai, pendiri Direct Media Group (Thailand), seorang pengusaha yang berkecimpung di dunia bisnis yang kemudian menetapkan dirinya untuk mengabdi dan menerapkan Dharma (Filosofi Agama Budha) dan strategi samudra putih bagi pekerjaan dan kehidupannya sehari-hari untuk menciptakan masyarakat dunia yang lebih baik.

Buku ini untuk pertama kalinya dicetak pada bulan april tahun 2013 dengan judul White Ocean Starategy , diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Ivan Taniputra yang terdiri dari 5 (lima) bagian dan masing-masing bagian tersusun beberapa sub bagian.  Seperti diakui oleh penulisnya bahwa buku ini adalah gagasan filosofis untuk memecahkan permasalahan ekonomi dan kesulitan yang dihadapi dunia saat ini, Strategi Samudra Putih (SSP) merupakan sebuah pendekatan mendasar dalam manajemen secara holistic yang mencakup visi dan metodologi strategis, penetapan kebijakan, metodologi misi dan strategi termasuk pendekatan praktik terhadap beragam kinerja organisasi, mulai dari manajemen SDM, pemasaran, penjualan dan distribusi, hingga penerbitan dan periklanan.

Sedikit banyak SSP ini merupakan jawaban atas pertanyaan didalam Strategi Samudra Merah dan Strategi Samudra Biru yang telah dikenal akrab di kalangan bisnis, tetapi kemudian penulis  menyanggahnya bahwa pada dasarnya SSP adalah gerakan moralitas sebagai seorang buddhis.  SSP merupakan istilah yang paling sesuai, tidak hanya mewakili agama, etika, dan nilai kebajikan namun juga kemurnian, kesucian jasmani maupun batin beserta kejujuran. Dengan membandingkan buku judul Blue Ocean Strategy  yang ditulis oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne dimana lebih dari 90 % barang dan jasa yang beredar di pasaran merupakan hasil persaingan berdarah di samudra merah,seperti minuman ringan coke dan Pepsi, Sony, Panasonic, Samsung dan LG saling bersaing satu sama lain termasuk produk mie instan, sabun, shampoo, mobil dan lain-lain, semuanya terlibat dalam persaingan strategi pemasaran berupa penawaran dengan harga khusus.

Manakala kita memandang pelanggan adalah raja, saat itulah kita telah menceburkan diri ke dalam samudra merah yang penuh dengan persaingan yang ketat, sedangkan samudra biru adalah pengembangan yang berasal dari gagasan dan prakarsa untuk membuat produk beserta jasa menjadi sebuah inovasi baru dalam pasar yang tanpa pesaing demi melayani kebutuhan pelanggan, dengan syarat bahwa pelaku usaha dalam samudra biru harus terus menerus membuat inovasi baru agar kita selalu dapat melebihi para pesaing, dan hanya sedikit yang mampu melakukannya. Seiring berjalannya waktu perusahaan yang menerapkan strategi samudra biru pada akhirnya akan melakukan cara yang sama pada samudra merah karena kedatangan pesaing baru.

Dalam samudra biru, dapat dilihat bagaimana iPhone dapat Berjaya dan menguasai pangsa pasar ketika smartphone (Android) belum menjadi pesaing begitupun Starbuck, Mc Donald, Mr Café dan Mister Donut. Yang berjuang untuk mendapat hati dan kesetiaan pelanggan untuk meningkatkan keuntungan.

Dalam bisnis samudra putih, Uang bukanlah tujuan akhir, sehingga tata laksana perusahaan secara keseluruhan akan mengalami perubahan sepenuhnya, mulai dari visi, misi, kebijakan, dan strategi hingga beragam penerapan standar operasional prosedur dalam seluruh departemen seperti produksi, pemasaran, serta penjualan, hubungan masyarakat, periklanan, kegiatan social, dan SDM beserta manajemen personalianya.

Apa yang diutamakan oleh organisasi samudra putih dalam kegiatan bisnis adalah etika, hati nurani, kejujuran, berbagi dengan masyarakat, menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan. Hakikat utama organisasi samudra putih adalah mendorong perbaikan dari masyarakat secara keseluruhan.

Kunci utama SSP adalah menemukan titik keseimbangan antara Manusia (People), Planet dan Keuntungan (Profit) yang digerakkan oleh tekad untuk menjalankan aturan moralitas dasar. Dimana keuntungan digambarkan dalam angka, sehingga apapun yang tidak memberikan peningkatan dalam pemerolehan keuntungan atas eksploitasi Sumber daya alam tidak menjadi pertimbangan dalam sistem kapitalisme murni.

Prinsip tanggungjawab social perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) bukan contoh baku bagi SSP tetapi SSP adalah keseluruhan sistem yang terlibat dalam perusahaan dari yang tertinggi sampai dengan terrendah dalam organisasi, artinya secara individual juga dituntut kepekaan yang sama (Individual Social Responsibility/ISR) atau Tanggungjawab Sosial Individual.

Bagaimana CSR begitu mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan, bahkan Stephen M.R. Covey memaparkan kerusuhan yang terjadi di los angeles pada bulan april 1992 yang menyebabkan kebakaran, penjarahan selama enam hari, penganiayaan serta pembunuhan yang menyebabkan kerugian miliaran dollar, dimana yang mengejutkan adalah gerai Mc Donald tetap selamat dan tetap berdiri diantara puing-puing. Dan ternyata Mc Donald telah menerapkan CSR dalam mengelola bisnis perusahaannya, kepedulian kepada masyarakat dengan memberikan bantuan dan amal kepada masyarakat di lingkungan perusahaan yang tidak mampu secara ekonomi. CSR dilakukan tidak didasari atas keterpenuhan target keuntungan tetapi CSR dianggarkan dan diterapkan tanpa melihat pencapaian keuntungan perusahaan tetapi didasari oleh kepedulian dan semangat (passion) yang mendahulukan keuntungan bagi masyarakat sebagai prioritas utama dibandingkan keuntungan perusahaan.

Begitu anda menempatkan tujuan utama pada kesejahteraan manusia secara bertahap anda akan mewujudkan bisnis samudra putih, dengan mengedepankan etika dan moralitas untuk membangun kepercayaan masyarakat baik sebagai pelanggan maupun yang bukan pelanggan, tetapi kesadaran atas pemahaman bahwa ekploitasi atas sumberdaya alam yang merupakan milik bersama dengan sendirinya harus juga dapat dinikmati secara bersama.

Dalam buku ini banyak dicontohkan perusahaan yang telah menerapkan SSP secara konsisten, bagaimana banyak perusahaan yang telah eksis puluhan bahkan ratusan tahun harus punah dan bangkrut, dan bagaimana banyak perusahaan yang dicontohkan tetap eksis sampai berabad karena menerapkan SSP.  Dijelaskan pula bagaimana perubahan begitu kuat mempengaruhi perusahaan yang tidak dapat menjawab  keseimbangan akibat keserakahan kapitalisme dimana perusahaan berlomba-lomba mengejar keuntungan dengan mengabaikan sisi moralitas dan welas asih.

Strategi Samudra Putih sangat memberikan penekanan yang lebih kepada pengelolaan lingkungan hidup yang bijaksana, sebagai sumber daya alam milik bersama maka pencapaian keuntungan materialisme harus sejalan dan berkesinambungan atau berkelanjutan yang mensyaratkan adanya tata kelola sumberdaya alam yang memperhatikan aspek ekonomi, social dan lingkungan, yang meliputi kebajikan terhadap lingkungan untuk menjamin kualitas udara, kualitas tanah, dan kualitas air dapat lestari.

Penerapan SSP dapat mengurangi risiko ditengah krisis ekonomi, antara lain;

  1. Mengurangi risiko terjatuh kedalam jebakan kapitalisme
  2. Mengurangi risiko terjatuh kedalam jebakan persaingan
  3. Mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh citra palsu
  4. Mengurangi risiko mengabaikan etika
  5. Mengurangi risiko kerusakan lingkungan hidup
  6. Mengurangi risiko tersia-sianya sumberdaya alam
  7. Mengurangi risiko terkait sumber daya manusia
  8. Mengurangi risiko terseret arus pandangan negative masyarakat
  9. Mengurangi risiko kemerosotan dalam perusahaan

Selama berenang dalam samudra merah persaingan sengit atau samudra biru perkembangan baru, dimana risiko lebih besar namun persaingan lebih kecil, perusahaan dapat pula secara bersamaan menerapkan SSP guna membantu mengarahkan kinerja bisnis mereka. Dalam merancang kemajuan. Raja Thailand menyarankan agar senantiasa mengingat tiga prinsip dalam mengelola perusahaan atau organisasi apapun, yakni;

  1. Senantiasa menjaga batas kewajaran dan mampu mengendalikan diri sendiri serta tidak tertipu oleh khayalan
  2. Lakukan sesuatu hingga ke batas yang wajar atau masuk akal, dan;
  3. Jadikanlah diri anda kebal terhadap segenap dampak dari luar

Dengan membaca buku ini maka dapat disimpulkan bahwa SSP sesungguhnya bukan konsep baru tetapi sudah ada sejak dahulu kala, dalam agama islam konsep ini telah diperkenalkan oleh Nabi Besar Muhammad SAW, kurang lebih 1400 tahun yang lalu, dimana sistem muamalah dalam dunia islam telah menjadi acuan para pengusaha muslim. Tetapi terminology Strategi Samudra Putih baru diperkenalkan oleh Danai Chanchaochai, sebagai sebuah konsep sistem manajemen bisnis universal yang dapat diterima oleh seluruh umat manusia di bumi yang sesuai dengan kaidah-kaidah dan norma dalam agama islam, namun secara hakikat agama islam dalam menerapkan prinsip-prinsip manajemen bisnis tidak memisahkan antara urusan dunia dan urusan akhirat sehingga strategi bisnis islam berpedoman pada prinsip dasar yakni selaras dengan Al Quran dan Al Hadits, yakni; Tauhid, Ibadah, Amanah/Tanggungjawab, Hikmah, Adil, Ihsan, Tolong Menolong, Halalan Thoyyiban dan Musyawarah.

Sebagai bentuk apresiasi yang tinggi kepada Penulis Strategi Samudra Putih (Danai Chanchaochai) serta membuktikan dukungan moral atas persetujuan konsep manajemen ini untuk diterapkan oleh para pengusaha di dunia, dengan harapan tercipta sebuah tata kelola baru manajemen bisnis yang lebih bijaksana untuk menghindari keserakahan, maka Blog ini ber-tag Strategi Samudra Putih yang tentunya terinspirasi dari buku ini.

Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *